Demi Kenyamanan Bersama, Jemaah Haji Diimbau Batasi Barang Bawaan
- 03 Mei 2026 10:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Ditengah kebahagiaan menunaikan ibadah haji, jemaah asal Makassar diingatkan untuk tetap bijak dalam membawa barang bawaan. Terutama saat pergerakan dari Madinah menuju Mekkah, kelebihan bagasi berisiko menghambat perjalanan dan kenyamanan bersama.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail menegaskan bahwa panitia hanya bertanggung jawab atas koper besar dan koper kabin resmi milik jemaah. Barang di luar ketentuan tersebut berpotensi tidak dapat diangkut oleh armada yang telah disiapkan. “Yang menjadi perhatian kami saat ini adalah over bagasi jemaah dari Madinah ke Mekkah. Kami harapkan jemaah yang berbelanja agar mengirimkan barangnya melalui kargo,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Sabtu, 2 Mei 2026 sore.
Ia menjelaskan, keterbatasan kapasitas bus membuat barang tambahan di luar ketentuan tidak bisa dimuat. Bahkan, kondisi ini telah dialami oleh sejumlah jemaah yang terpaksa meninggalkan barang belanjaannya. “Jangan sampai sudah belanja banyak, tapi barangnya tidak terangkut ke Mekkah. Ini tentu merugikan jemaah sendiri,” tambahnya.
Meski demikian, jemaah tetap diperbolehkan membeli oleh-oleh selama di Madinah, dengan catatan pengiriman dilakukan melalui jalur kargo. Hal ini dinilai lebih aman dan tidak mengganggu mobilitas selama perjalanan ibadah. Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari kondisi jemaah. Hingga saat ini, sebanyak 14 kloter atau sekitar 5.495 jemaah dari Embarkasi Makassar telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Mayoritas dalam kondisi sehat, meski tercatat satu jemaah wafat dari kloter lima.
Dua kloter pertama juga telah diberangkatkan dari Madinah menuju Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Pergerakan ini berlangsung bertahap sejak 30 April dan sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf mengingatkan bahwa tren belanja jemaah memang meningkat, namun perlu dikendalikan.
“Jemaah diminta tetap mengendalikan diri agar tidak membawa barang bawaan berlebih yang dapat menyulitkan mobilitas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perjalanan menuju Mekkah masih panjang, sehingga barang bawaan berlebih tidak hanya merepotkan diri sendiri, tetapi juga bisa mengganggu kenyamanan jemaah lain. Selain itu, akses layanan kargo tidak selalu mudah, sehingga belanja berlebihan justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Lebih dari sekadar urusan logistik, imbauan ini menjadi pengingat bahwa esensi ibadah haji adalah kesederhanaan dan kekhusyukan. Jemaah diharapkan mampu menahan diri, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menjaga fokus pada tujuan utama—menyempurnakan ibadah di Tanah Suci dengan hati yang lapang dan ringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....