Pesan Spiritual Meity Rahmatia Lepas Jemaah Haji Makassar

  • 03 Mei 2026 09:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Pelepasan jemaah haji Kloter 16 Embarkasi Makassar, Sabtu (2/5/2026), tak sekadar seremoni keberangkatan. Di balik derap langkah para calon tamu Allah, terselip pesan mendalam tentang makna sejati ibadah haji sebagai perjalanan jiwa yang utuh.

Anggota DPR RI Komisi XIII Bidang Regulasi dan Hak Asasi Manusia, Meity Rahmatia, hadir langsung melepas keberangkatan jemaah. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa haji bukan hanya tentang perjalanan fisik dari tanah air menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan batin yang menuntut kesiapan menyeluruh jasmani dan rohani. “Ibadah haji adalah perjalanan spiritual. Dibutuhkan kesiapan fisik, tapi juga kekuatan iman dan keikhlasan,” pesannya di hadapan para jemaah.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah yang panjang dan menguras tenaga. Namun lebih dari itu, ia mengajak jemaah untuk meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, meninggalkan sementara urusan duniawi, dan memusatkan hati pada ibadah. Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci utama dalam meraih predikat haji mabrur—sebuah capaian spiritual yang menjadi harapan setiap jemaah.

Momentum wukuf di Arafah pun menjadi sorotan utama dalam pesannya. Ia mengingatkan bahwa fase tersebut merupakan puncak ibadah haji, sebuah kesempatan langka yang tidak semua orang bisa rasakan. “Manfaatkan setiap waktu, terutama saat wukuf di Arafah. Itu adalah inti dari ibadah haji,” ujarnya.

Di tengah antusiasme, Meity juga mengingatkan jemaah untuk tetap mengutamakan keselamatan. Ia mengimbau agar tidak memaksakan diri, terutama saat berada di area padat seperti di sekitar Ka’bah, demi menghindari risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Perhatian khusus juga ia sampaikan kepada jemaah lanjut usia. Dengan penuh empati, ia mengapresiasi semangat para lansia yang tetap teguh menunaikan rukun Islam kelima meski dengan keterbatasan fisik. “Semangat para jemaah lansia ini luar biasa. Mereka mengajarkan kita tentang keteguhan dan keimanan,” tuturnya.

Pelepasan Kloter 16 ini menjadi gambaran bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan individu, tetapi juga perjalanan kolektif umat yang sarat dengan nilai kesabaran, keikhlasan, dan pengorbanan. Dibalik koper dan perlengkapan yang dibawa, para jemaah sesungguhnya tengah membawa harapan besar: kembali ke tanah air dengan hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih tenang, dan menyandang predikat haji mabrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....