Penghasilan Mengayuh Becak, Kamiseng Bersama Istrinya bisa Naik Haji
- 30 Apr 2026 15:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Penantian panjang disertai keyakinan, keinginan dan kesabaran untuk dapat menunaikan ibadah haji dimiliki seorang jemaah haji Embarkasi Makassar yang terbangun dalam Kloter 12 bernama Kamiseng. Hal yang sama dirasakan Rismawati istriny, kedua pasangan suami istri tersebut bersamaan menunaikan ibadah haji musim haji 1447 Hijriyah.
Kamiseng 45 tahun yang hanya berprofesi sebagai pengayuh becak asal Kabupaten Bantaeng bersama Rismawati istrinya menjadi jemaah haji rombongan Jemaah haji Sulawesi Barat (Sulbar) telah tiba di Madinah Arab Saudi setelah diberangkatkan PPIH Embarkasi Makassar, Rabu, 29 April 2026 Pukul 20.00 WITA dari Bandara Sultan Hasanuddin Mandai. Sebelum berangkat bersama rombongannya, Kamiseng sempat bercerita hingga dirinya dan istrinya menjadi jemaah haji Embarkasi Makassar tahun 2026.
"Saya asal daerah Kabupaten Bantaeng saya kemamuju tahun 2000 lalu bersama istri di Mamuju saya hanya sebagai tukang becak Alhamdulillah saya senang sekali bisa berangkat naik haji bersama Istri,"ucap Kamiseng di Aula Mina Asrama Haji Sudiang saat pelepasan Kloter 12 Pukul 15.00 WITA oleh PPIH.
Kamiseng mengungkapkan dirinya bersama istrinya bisa dandaftar haji dan melunasi ongkos haji berdua dengan istrinya dari sumber Penghasilannya sebagai Pengayuh becak. Pekerjaan sehari - harinya Kamiseng memang sebagai pengayuh becak hingga saat ini dan dari penghasilannya tersebut juga yang digunakan mendaftar haji tahun 2000 berjumlah Rp.50.000.200 dibayar keduanya saat itu.
"Istriku mendaftar di Kabupaten Bantaeng saya mendaftar di Mamuju bersamaan mendaftar tahun dua ribu lalu nomor forsi kami bersamaan keluar kemudian saya panggil istriku bermohon bergabung ke Sulawesi Barat untuk berangkat satu kloter Alhamdulillah kami sama sama berdekatan nomor jemaah juga,"Kata Kamiseng.
Lebih lanjut Kamiseng bercerita bahwa awalnya dirinya berniat menunaikan ibadah haji karena sering mengantar jemaah haji di Kabupaten Bantaeng menggunakan becak. Ketika Kamiseng dan Istrinya ke Mamuju dan melanjutkan profesinya sebagai pengayuh becak, ketika itu pula memulai menabung untuk ongkos haji. Setiap hari Kamiseng Menabung mulai dari Rp5000, Rp50.000,Rp70.000 hingga Rp90.000 perhari disisipkan dari penghasilannya mengayuh becak di Mamuju Sulawesi Barat selama 26 tahun.
"Dari becak sajak tidak ada lain saya masukkan ke celengan lima ribu, lima puluh ribu, tujuh puluh ribu, sembilan puluh ribu setiap hari sejak tahun 2000 selama 26 tahun dan bisa saya bayar pelunasan ongkos hajiku dengan istriku setelah kubuka tabunganku,"Ucapnya.
Menurut Kamiseng setelah pulang nanti dari tanah sucih menunaikan ibadah haji dirinya akan menabung setiap hari seperti yang dilakukan digunakan ongkos haji dengan istrinya kemudian menabung untuk anaknya ongkos haji kelak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....