Barasanji hingga Azan di Pintu Jadi Tradisi Unik Haji di Sulsel

  • 26 Apr 2026 04:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Keberangkatan jemaah haji di Sulawesi Selatan selalu diwarnai dengan deretan tradisi yang kental akan nilai spiritual dan sosial. Ayu, selaku narasumber dalam dialog budaya di RRI Pro 4 Makassar, Sabtu, 25 April 2026 mengungkapkan bahwa persiapan keberangkatan bukan menyiapkan fisik dan dokumen, akan tetapi terdapat ritual doa bersama keluarga dan tetangga yang telah diwariskan turun-temurun.

Dijelaskan, tradisi Barasanji menjadi salah satu elemen yang paling menonjol sebelum jemaah melangkah keluar rumah. Ditambahkan, pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW ini merupakan bentuk permohonan keselamatan.

"Biasanya ada namanya itu Barasanji, tujuannya supaya di sana tidak dipersulit, jemaahnya dikasih kesehatan, dan doanya dilancarkan," ujar Ibu Ayu dalam dialog tersebut.

Lebih lanjut selain doa bersama, ritual pelepasan tepat saat jemaah akan meninggalkan rumah juga memiliki keunikan tersendiri diantaranya mengumandangkan azan di depan pintu. "Pas keluar dari rumah itu diadzani di pintu, supaya berangkat selamat dan pulangnya juga selamat," tambah dia.

Anggota FKP RRI Makassar ini menerangkan, persiapan akomodasi dan konsumsi bagi pengantar juga menjadi perhatian khusus bagi keluarga jemaah, pasalnya kerap disiapkan bekal khusus. "Saya dengar itu dari kampung, ada tradisi makan-makan supaya selamat sampai pulang lagi balik ke tanah air," ungkapnya.

Hartati Dg. Nurung yang juga hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut menjelaskan, tidak hanya soal spiritual, aspek emosional juga terasa ketika kerabat atau tetangga datang untuk melepas jemaah. Fenomena tersebut sebagai cara masyarakat sekitar untuk menitip doa dan mencari berkah terhadap jamaah akan berangkat ke tanah suci.

"Orang yang berangkat, kita yang bahagia. Kita doakan orang itu bagaimana dia selamat pergi dan selamat pulang juga serta menitipkan doa ketika di depan kabbah atau di jabal nur,” terang dia.

Diungkapkan, keunikan lain dari tradisi haji di Sulawesi Selatan itu terdapat pada pengerahan massa atau pengantar jemaah hingga ke asrama haji bahkan bandara. "Dulu itu kalau orang berangkat, banyak sekali tetangga datang menonton, bahkan tiga bus yang datang mengantar satu orang,” ujar Hartati yang pernah mengalami hal tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....