Pembusuran Maut di Simpang Lima Bandara Baru, Puluhan Pemuda Diamankan Polisi

  • 05 Okt 2026 20:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Kolaborasi Polsek Mandai, Polres Maros, dan Polsek Biringkanaya, Polrestabes Makassar, berhasil mengamankan puluhan pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan di sekitar Simpang Lima Bandara Baru, Kabupaten Maros, Senin 5 Oktober 2026. Pengamanan tersebut dilakukan setelah terjadi insiden pembusuran dan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang pemuda meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi di sekitar Swalayan Indomaret Simpang Lima Bandara Baru, Minggu 4 Oktober 2026 subuh. Kapolsek Mandai Syamsul Bahri Arsad menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari kegiatan cipta kondisi yang dilakukan jajarannya pada Minggu subuh.

Dalam pelaksanaannya, petugas kemudian mendapatkan informasi terkait kejadian yang mengarah pada aksi kekerasan dan pembusuran. Polsek Mandai selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Biringkanaya untuk melakukan penelusuran dan mengamankan sejumlah pemuda yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut."Setelah kita adakan cipta kondisi malam Minggu, ada kejadian. Kita kolaborasi dengan Polsek Biringkanaya, Maros, serta jajaran terkait untuk mengungkap kejadian ini," ujar Kapolsek Mandai.

Para pemuda yang diamankan kemudian dibawa ke Polsek Biringkanaya untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami keterangan masing-masing guna mengetahui peran mereka dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan siapa saja yang terlibat langsung maupun pihak yang mungkin mengetahui atau berkaitan dengan kejadian tersebut. Polisi juga masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara Sekjen LSM Pekan 21 Amir Kadir menyoroti keterlibatan anak dan remaja dalam sejumlah aksi kejahatan jalanan. Menurutnya, persoalan usia menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kasus yang melibatkan anak.

Ia menilai, terdapat anak yang secara usia masih tergolong di bawah umur, namun telah memiliki pola pikir dan keberanian melakukan tindakan kekerasan. "Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan apabila anak-anak dimanfaatkan oleh pihak yang lebih dewasa untuk melakukan aksi kejahatan" tegasnya.

Anak dan remaja, kata dia, masih berada dalam fase pencarian jati diri sehingga relatif mudah dipengaruhi lingkungan maupun orang lain. "Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan setelah kejahatan terjadi. Polisi juga dinilai perlu memperkuat pemetaan kelompok anak yang rentan terlibat dalam aksi kekerasan serta meningkatkan pendekatan secara langsung" harapnya.

Polisi Dorong Pendekatan Preventif

Kata Amir Kadir penanganan persoalan kenakalan remaja dan kejahatan jalanan dilakukan secara lebih komprehensif. Menurutnya, perlu ada pendekatan yang mampu menjangkau anak-anak sebelum mereka terlibat dalam tindak pidana.

"Sosialisasi dinilai menjadi salah satu langkah penting. Tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menyentuh lingkungan tempat anak dan remaja beraktivitas" urainya.

Ia berharap jajaran Polri, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dapat meningkatkan intensitas pendekatan kepada anak dan masyarakat. "Kegiatan seperti sosialisasi langsung ke sekolah, desa, maupun lingkungan masyarakat dapat menjadi sarana untuk memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum serta bahaya terlibat dalam aksi kekerasan dan kejahatan jalanan" harapnya.

Harapan kepada Kapolri dan Kapolda Sulsel

Sekjen Pekan 21 juga berharap Kapolri dan Kapolda Sulawesi Selatan memberikan perhatian lebih terhadap persoalan anak dan maraknya aksi kejahatan jalanan di Sulawesi Selatan. "Karakter masyarakat dan anak-anak di Sulawesi Selatan membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan lingkungan setempat" tegasnya.

Ia menilai, pemahaman terhadap karakter masyarakat lokal dapat menjadi modal penting dalam merancang langkah pencegahan yang lebih efektif. "Harapan kami kepada Kapolri dan Kapolda Sulsel untuk lebih intens melakukan pendekatan terhadap persoalan anak. Sosialisasi kepada anak saat ini masih perlu ditingkatkan," ujarnya.

Kasus pembusuran yang menewaskan seorang pemuda tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan. Polisi akan mendalami keterangan para pemuda yang diamankan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian dan menentukan peran masing-masing pihak sesuai dengan fakta penyelidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....