BNN Ingatkan Modus Kurir Narkoba Incar Pelajar

  • 11 Jul 2026 18:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Peredaran narkoba kini bergeser menyasar kalangan siswa dan remaja. Bandar memanfaatkan celah hukum karena anak di bawah umur belum tersentuh proses pidana.

Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN, Uswatun Hasanah, SKM, mengungkapkan modus ini dalam program Indonesia Sehat RRI Pro 1 Makassar, Jumat 10 Juli 2026. "Itu salah satu alasan kenapa para bandar ini menyasar anak sekolah, karena usia mereka masih belum tersentuh hukum," ungkap Uswatun.

Ia menjelaskan anak sekolah kerap dijadikan kurir karena dianggap tidak mencurigakan. Barang seperti sabu dikemas kecil sehingga mudah disembunyikan di kantong saku.

Iming-iming uang menjadi senjata utama para bandar dalam merekrut anak di bawah umur. "Dengan iming-iming uang Rp250 ribu untuk anak SMP, siapa coba yang tidak tergiur," katanya.

Gaya hidup flexing di media sosial turut memperbesar risiko ini. Kebutuhan pengakuan dan top up game online membuat anak rentan tergoda tawaran instan dari bandar.

Uswatun mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat dititipi barang oleh orang lain, termasuk oleh teman dekat. "Jangan karena kita baik, kita ingin membantu orang, terus kita diiming-imingi uang, kita membantu padahal kita tidak tahu barang yang mereka titip itu apa bentuknya," tegasnya.

Ia rutin menyampaikan pesan ini dalam sosialisasi ke sekolah-sekolah di Sulawesi Selatan. Niat baik membantu justru bisa berujung keterlibatan dalam peredaran narkoba.

Awal keterlibatan sebagai kurir umumnya berasal dari status pengguna yang kehabisan biaya. Kondisi ekonomi yang terjepit mendorong sebagian pengguna beralih peran menjadi kurir.

BNN mengimbau orang tua lebih waspada terhadap pergaulan dan aktivitas finansial anak usia sekolah. Edukasi dini dinilai penting untuk mencegah anak terjebak modus semacam ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....