Orangtua Pelaku Kerusuhan Geng Motor Dapat Pembinaan Khusus
- 16 Mei 2026 19:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makasaar – Kepolisian Sektor (Polsek) Ujung Pandang memberikan pembinaan khusus kepada para remaja yang diduga terlibat aksi geng motor dan tawuran antar kelompok di Kota Makassar. Selain para remaja, orang tua mereka juga turut diberikan edukasi agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah.
Aksi geng motor di Kota Makassar belakangan ini didominasi remaja usia sekolah yang seharusnya berada di rumah untuk belajar pada malam hari. Namun, sebagian dari mereka justru terlibat dalam kenakalan remaja, aksi premanisme, hingga tawuran bersama kelompoknya pada dini hari hingga pagi hari.
Sejumlah remaja yang diduga terlibat tawuran antar geng motor diamankan oleh Tim Srisula Polsek Ujung Pandang dalam operasi penertiban geng motor di wilayah hukumnya.
Meski telah mengamankan para remaja tersebut, Polsek Ujung Pandang yang merupakan jajaran Polrestabes Makassar lebih mengedepankan pendekatan pembinaan dan edukasi terhadap anak-anak di bawah umur. Para remaja yang diamankan diberikan arahan agar tidak kembali terlibat dalam aksi serupa.
Kegiatan pembinaan dipimpin langsung Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Muhammad Yusuf, didampingi Kanit Reskrim Amiruddin bersama personel Bhabinkamtibmas. Pembinaan juga melibatkan ketua RT/RW setempat serta menghadirkan orang tua dari masing-masing remaja.
Dalam arahannya, Kompol Muhammad Yusuf menegaskan bahwa aksi geng motor tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membahayakan masyarakat dan mengganggu keamanan lingkungan.
“Perang kelompok dan aksi geng motor dapat merusak masa depan anak-anak kita serta mengganggu situasi kamtibmas di Kota Makassar,” ujar Kompol Muhammad Yusuf, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, termasuk mengetahui dengan siapa mereka berteman dan membatasi aktivitas di luar rumah pada malam hari.
Menurutnya, pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat geng motor merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif dan tindakan melanggar hukum.
“Sinergi antara keluarga, masyarakat, dan kepolisian sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memastikan masa depan generasi muda agar tetap terarah dan berperilaku positif,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para remaja dapat memahami dampak negatif dari aksi tawuran dan geng motor serta lebih fokus pada kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif. Jagai anakta agar terhindar dari pelanggaran hukum dan menjauhi hukuman,” tutup Kompol Muhammad Yusuf.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....