Nekat Serang Polisi Pakai Busur, Komplotan Remaja di Maros Diringkus Polsek Mandai
- 03 Mei 2026 23:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Malam yang seharusnya tenang di wilayah Maros berubah mencekam ketika sekelompok remaja diduga komplotan geng motor nekat mengancam petugas menggunakan busur panah. Insiden ini berujung pada penangkapan puluhan pelaku oleh tim gabungan Polsek Mandai dan Satreskrim Polres Maros, Sabtu 2 Mei 2025 malam
Peristiwa bermula saat petugas melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi balapan liar dan gangguan keamanan. Namun situasi berubah ketika petugas mendapati sekelompok remaja tengah berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras.
Bukannya membubarkan diri, kelompok tersebut justru terpancing emosi dan melakukan perlawanan. Beberapa remaja bahkan mengangkat busur panah dan mengarahkannya ke petugas sebuah tindakan yang bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa.
Berkat kesigapan aparat, dibantu warga sekitar, situasi berhasil dikendalikan sebelum terjadi hal yang lebih fatal. Kasi Humas Polres Maros, Ahmad, mengungkapkan bahwa tindakan tegas dilakukan karena perilaku para pelaku sudah masuk kategori berbahaya.
“Ketika hendak diamankan, mereka saling memprovokasi untuk menyerang petugas. Beberapa sudah mengarahkan busur panah ke arah anggota,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 28 remaja dari dua lokasi berbeda. Sebanyak 23 orang ditangkap di lokasi pertama, sementara lima lainnya diamankan di kawasan Jalan Mamminasata.
Mayoritas pelaku diketahui masih berusia di bawah umur. Tak hanya pelaku, aparat juga menyita berbagai barang bukti yang mengkhawatirkan: busur panah lengkap dengan anak panah, senjata tajam jenis samurai, botol minuman keras, serta belasan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat resmi dan menggunakan knalpot bising.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran pola kenakalan remaja yang semakin mengarah pada tindakan kriminal serius. Bukan sekadar balapan liar atau pelanggaran lalu lintas, tetapi sudah menyentuh penggunaan senjata berbahaya dan aksi kekerasan.
Polres Maros menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi premanisme, terlebih jika sudah mengancam keselamatan publik dan aparat. Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku, dengan pendekatan berbeda bagi yang masih di bawah umur, termasuk melibatkan orang tua dalam proses pembinaan.
Namun di balik penindakan hukum, peristiwa ini juga menjadi refleksi sosial. Keterlibatan remaja dalam kelompok berisiko tinggi seperti geng motor tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada faktor lingkungan, pengawasan keluarga, hingga pengaruh pergaulan yang membentuk perilaku tersebut.
Kepolisian pun mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak, terutama pada malam hari. Komunikasi yang terbuka dan kehadiran orang tua dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah anak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.
Kini, puluhan remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Maros.
Aparat juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi kriminal lain di wilayah sekitar. Di tengah meningkatnya dinamika sosial di kalangan remaja, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....