SSB PARMA Tanamkan Karakter dan Prestasi Melalui Sepak Bola Usia Dini
- 31 Mei 2026 11:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Pembinaan sepak bola usia dini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi anak-anak. Hal tersebut menjadi topik pembahasan dalam program IDOLA (Indonesia Layak Anak) di PRO1 RRI Makassar edisi Minggu, 31 Mei 2026, yang menghadirkan Attar Arif Muhammad, Azka Abraham Al Gazali, serta Edi Saputra P selaku Head Coach PARMA Junior Football School.
Dalam kesempatan tersebut, Attar Arif Muhammad menceritakan pengalamannya sebagai pemain yang dituntut memiliki kecepatan, keterampilan menggiring bola, dan kemampuan bekerja sama dengan rekan satu tim. Menurutnya, latihan yang rutin menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan bermain sepak bola sekaligus membangun rasa percaya diri. “Saya senang bermain sepak bola karena bisa belajar disiplin, bekerja sama dengan teman-teman, dan terus berusaha menjadi lebih baik dalam setiap latihan maupun pertandingan,” ujarnya.
Sementara itu, Azka Abraham Al Gazali yang dipercaya sebagai kapten tim mengungkapkan bahwa perannya tidak hanya memimpin permainan di lapangan, tetapi juga menjaga kekompakan tim. Sebagai seorang kapten, ia belajar bertanggung jawab dan menjadi contoh bagi rekan-rekannya. “Menjadi kapten membuat saya belajar untuk mendengarkan teman, memberikan semangat, dan tetap menjaga kekompakan tim dalam situasi apa pun,” kata Azka.
Head Coach PARMA Junior Football School, Edi Saputra P, menjelaskan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada teknik dasar sepak bola. Menurutnya, pendidikan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap sesi latihan yang diberikan kepada para pemain muda. “Kami ingin anak-anak tidak hanya berkembang sebagai pemain sepak bola, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edi menuturkan bahwa sepak bola dapat menjadi media yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak sejak dini. Melalui latihan dan pertandingan, anak-anak belajar menghadapi tantangan, mengendalikan emosi, menerima kekalahan, serta menghargai kemenangan dengan sikap yang sportif. “Di lapangan mereka belajar bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras, latihan yang konsisten, dan semangat pantang menyerah,” tambahnya.
Menurut Edi, dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam perkembangan anak di dunia olahraga. Orang tua diharapkan dapat memberikan motivasi, pendampingan, dan apresiasi terhadap proses yang dijalani anak, tanpa memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan. Dengan dukungan yang tepat, anak dapat menikmati olahraga sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi diri.
Kehadiran PARMA Junior Football School yang berlokasi di daerah Permata Sudiang Makassar sejak 2024 lalu ini sudah banyak meraih prestasi termasuk di beberapa turnamen junior di Makassar dan di Bali beberapa waktu lalu berlaga di ajang bergengsi internasional mewakili Makassar.”SSB ini sekarang sudah membina anak usia dini 6-13 tahun saya dan semua pelatih tentu mengharapkan hal ini dapat menginspirasi lebih banyak anak untuk mengembangkan bakatnya secara positif, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka” tutup Coach Edi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....