Tips Bersepeda "Ngabuburit " Ala Jordan Yossa
- 16 Mar 2026 11:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Menjaga kebugaran tubuh saat berpuasa seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Namun, bagi konten kreator sepeda asal Yogyakarta, Jordan Yossa, Ramadan bukanlah alasan untuk berhenti mengayuh pedal. Dalam sesi berbagi pengalamannya di PRO1 RRI Makassar bersama Arfan Yusri pada Minggu, 15 Maret 2026, Jordan menekankan bahwa bersepeda di sore hari atau yang populer dengan istilah ngabuburit santai, merupakan cara yang efektif untuk menjaga metabolisme tubuh tetap aktif tanpa harus merasa kelelahan yang berlebihan.
Menurut Jordan, manfaat bersepeda saat berpuasa sangat terasa pada kesehatan jantung dan pengaturan pernapasan kita. Aktivitas fisik intensitas rendah hingga sedang ini membantu membakar kalori dan menjaga sirkulasi darah tetap lancar di kala perut kosong. "Bersepeda saat berpuasa itu kuncinya ada pada manajemen energi. Kita tidak sedang mengejar kecepatan, tapi menjaga agar tubuh tetap bergerak. Efeknya, badan justru terasa lebih segar saat waktu berbuka tiba ketimbang hanya berdiam diri di rumah," jelas Jordan.
Selain manfaat fisik, bersepeda memberikan bonus kesehatan mental berkat pemandangan kota yang syahdu di sore hari. Jordan memberi contoh seringkali menyusuri jalanan pedesaan di pinggiran Jogja atau sekadar berkeliling area sumbu filosofis untuk menikmati angin sore. Aktivitas ini menurutnya mampu menurunkan tingkat stres setelah seharian bekerja, sekaligus menjadi momen refleksi diri yang selaras dengan semangat bulan suci Ramadan.
Bagi pemula yang baru ingin mencoba hobi ini di bulan Ramadan, Jordan memberikan saran penting terkait pemilihan jenis sepeda agar tidak salah langkah. Ia menekankan bahwa kenyamanan harus menjadi prioritas utama di atas estetika. "Untuk pemula, jangan tergiur hanya karena modelnya keren. Pilih sepeda yang sesuai dengan postur tubuh dan medan yang akan dilalui. Jika hanya untuk aspal perkotaan, sepeda lipat atau city bike sudah sangat mumpuni dan lebih ergonomis untuk santai,jadi jangan lihat dari memulai dengan sepeda yang bagus dulu dan siapkan diri anda juga yang paling penting," tambahnya.
Jordan juga membagikan tips teknis dalam memilih sepeda perdana, yakni dengan memperhatikan ukuran frame dan kualitas sistem pengereman. Bagi pemula, posisi duduk yang tegak sangat disarankan agar punggung tidak cepat pegal saat berpuasa. Ia mengingatkan agar calon pembeli melakukan test ride terlebih dahulu untuk memastikan jangkauan tangan ke stang terasa natural, sehingga kontrol terhadap sepeda tetap maksimal meskipun energi tubuh sedang terbatas.
Aspek keamanan dan perlengkapan tambahan juga tidak luput dari perhatian sang konten kreator. Jordan menyarankan penggunaan helm yang memiliki ventilasi udara baik agar kepala tetap sejuk, serta mengenakan pakaian yang menyerap keringat. Mengingat bersepeda dilakukan menjelang berbuka, ia mengingatkan untuk selalu membawa botol air minum di sepeda, meski baru boleh diminum saat azan Magrib berkumandang sebagai bentuk disiplin diri dan persiapan hidrasi instan.
Jordan Yossa berpesan agar para pesepeda pemula tidak memaksakan jarak tempuh yang terlalu jauh di awal percobaan. Konsistensi jauh lebih penting daripada ambisi menaklukkan rute yang berat di bulan puasa. "Mulailah dengan durasi 30 menit saja secara rutin. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membentuk kebiasaan sehat baru, dan bersepeda adalah kawan perjalanan yang paling menyenangkan untuk mencapai itu," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....