Kolaborasi Thailand, Indonesia, dan ASEAN Pacu Pariwisata 2026
- 11 Feb 2026 22:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Negara-negara Asia Tenggara memperkuat kerja sama regional untuk mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan menjelang tahun 2026. Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Singapura mengusung strategi masing-masing dengan fokus pada wisata berkualitas, wellness, serta pengalaman budaya sebagai respons atas perubahan tren perjalanan global.
Thailand memproyeksikan pertumbuhan signifikan sektor pariwisata pada 2026 melalui kampanye “Thailand 2026: The New Generation of Travel.” Dikutip dari travelandtourworld.com, Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) menekankan pengembangan pariwisata berbasis pengalaman, seperti pendalaman budaya, konservasi alam, dan wisata kebugaran. Pemerintah Thailand juga berinvestasi pada infrastruktur pariwisata hijau sebagai bagian dari komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan.
Di tingkat regional, Thailand mengambil peran strategis dalam memperkuat kolaborasi pariwisata ASEAN melalui paket wisata lintas negara, promosi bersama, serta kemudahan akses perjalanan. Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing Asia Tenggara sebagai destinasi wisata global.

Indonesia turut memperkuat sektor pariwisatanya dengan mengembangkan konsep wisata wellness, salah satunya melalui inisiatif “Bali sebagai Destinasi Wellness.” Selain Bali, pemerintah juga mendorong promosi destinasi lain seperti Yogyakarta dan Labuan Bajo dengan menitikberatkan pada pariwisata budaya, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Investasi pada infrastruktur pariwisata dan fasilitas kebugaran terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan internasional.
Sementara itu, Vietnam memfokuskan strategi pariwisata 2026 pada penguatan wisata budaya dan kebugaran. Administrasi Nasional Pariwisata Vietnam (VNAT) mempromosikan resor spa, pusat kesehatan, serta destinasi warisan budaya seperti Teluk Hạ Long, Sapa, dan Hue. Pemerintah Vietnam juga memperluas konektivitas penerbangan dan menyasar pasar wisata utama di Asia, seperti Tiongkok dan India.
Malaysia meluncurkan kampanye “Visit Malaysia 2026” dengan menonjolkan kekayaan budaya, wisata kebugaran, dan ekowisata. Fokus promosi diarahkan ke destinasi seperti Penang dan Langkawi, serta pengembangan pariwisata hutan hujan dan konservasi satwa di kawasan Borneo. Malaysia juga memperkuat kerja sama pariwisata regional melalui inisiatif pemasaran bersama.
Adapun Singapura menyasar wisatawan milenial dan generasi Z melalui kampanye digital yang menonjolkan wisata perkotaan, kuliner, seni kreatif, serta teknologi pariwisata. Singapura juga mengembangkan konsep digital nomad dan memperkuat posisinya sebagai pusat kuliner serta destinasi acara internasional. Dengan strategi yang saling melengkapi dan kerja sama regional yang diperkuat, Asia Tenggara diproyeksikan memasuki era baru pertumbuhan pariwisata pada 2026. Kolaborasi antarnegara diharapkan mampu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan bernilai bagi wisatawan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....