Program Obsesi angkat cerita “Buku Untuk Ibuku”
- 08 Des 2025 09:41 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Karya “Buku Untuk Ibuku” milik Asrul Sani Abu, SE., M.M lahir dari sebuah perjalanan batin yang penuh makna. Sebagai pengusaha yang telah melalui proses jatuh bangun dalam dunia usaha, Asrul menyadari bahwa di balik setiap keberhasilannya, ada sosok ibu yang menjadi sumber kekuatan utama. Kenangan tentang kasih sayang, kesederhanaan, dan doa yang tak pernah putus menjadi inspirasi utama lahirnya buku ini.
Ide penulisan buku muncul ketika Asrul merenungkan kembali nilai–nilai hidup yang membentuk karakternya. Ia menyadari bahwa pelajaran paling penting dalam hidup tidak selalu datang dari ruang seminar atau pelatihan bisnis, melainkan dari rumah, dari ibunya sendiri. “Saya belajar mandiri dari zaman kuliah dulu hingga menjadi pengusaha sekarang ini bukan hanya dari strategi semata, tetapi tentu peran besar dari keteguhan hati dan doa ibu saya,” ungkap Asrul saat wawancara di RRI Makassar dalam program Obsesi Minggu (07/12/2025).
Proses menuliskan “Buku Untuk Ibuku” berlangsung penuh emosi dan singkat. Dalam kesibukannya sebagai pengusaha, ia mencuri waktu untuk membuka kembali memori masa kecil, mengenang perjuangan keluarga, hingga merenungi betapa besar peran ibu dalam setiap pencapaian yang ia raih.”Setiap bab dalam buku ini menjadi jembatan antara masa kecil dan pendewasaan saya, ini sebagai refleksi mendalam tentang arti cinta ibu saya yang tak pernah menuntut balasan,”lanjutnya.
Dalam perjalanan kreatifnya, Asrul mendapat dukungan besar dari komunitas PENBIS (Pengusaha Nulis Buku Indonesia). Melalui wadah ini, ia bertukar gagasan, menerima masukan, serta menemukan dorongan moral agar terus mengekspresikan nilai kehidupan melalui karya tulis. “Di PENBIS saya merasa tidak sendiri. Ada banyak teman berlatar pengusaha yang aling berbagi kisah, bukan hanya membangun bisnis semata namun dari terkait banyak hal lainnya,” ujar Asrul mengenai lingkungan PEMBIS.
Tidak hanya menjadi penulis, Asrul memutuskan untuk menerbitkan bukunya sendiri. Berbekal pengalaman sebagai pengusaha, ia mengurus proses penyuntingan, desain, hingga distribusi karya secara mandiri. Baginya, karya ini terlalu personal untuk diserahkan sepenuhnya kepada pihak lain. “Ini bukan proyek bisnis lah ini persembahan hati untuk ibu saya,dan lagian waktu itu salah satu penerbit ternama meminta biaya yang cukup tinggi menurut saya.Langsung saya berpikir mengapa tidak memproduksi sendiri dengan label penerbit sendiri juga,bismillah saja dan saya buatlah,” tuturnya dengan penuh rasa haru.
Isi buku ini tidak hanya mengangkat kisah pribadinya, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan sosok ibu. “ Setiap halaman menyimpan pesan universal tentang penghargaan, keikhlasan, dan cinta yang sering kali baru disadari setelah waktu berlalu. Banyak pembaca naskah awal mengaku tersentuh dan merasa terdorong untuk kembali mendekap ibu mereka setelah membaca buku ini,”jelas Asrul.
“Buku Untuk Ibuku” menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari harta atau jabatan, melainkan dari kemampuan seseorang menghargai cinta yang membesarkannya. “Dengan karya ini, saya berharap setiap pembaca kembali mengingat bahwa di balik setiap pencapaian besar selalu ada sosok ibu yang mendoakan tanpa jeda. Jika buku ini membuat satu orang saja lebih sayang pada ibunya, maka tujuan saya sudah tercapai,” tutupnya penuh kehangatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....