Freediving, Menyelam Bebas dan Menyatu di Kedalaman Laut
- 27 Okt 2025 11:22 WIB
- Makassar
KBRN Makassar: Freediving, atau selam bebas, adalah olahraga menyelam tanpa bantuan alat pernapasan seperti tabung oksigen. Penyelam hanya mengandalkan satu tarikan napas untuk menyelam ke kedalaman tertentu, menjadikannya aktivitas yang menantang sekaligus menenangkan.
Dilansir padi Freediving Berbeda dengan scuba diving yang memerlukan peralatan berat, freediving menawarkan kebebasan bergerak dan kedekatan lebih dengan alam bawah laut. Kegiatan ini telah dipraktikkan sejak zaman kuno untuk berburu dan mengumpulkan hasil laut, dan kini berkembang menjadi olahraga rekreasi dan kompetitif.
Freediving adalah seni menyelam hanya dengan napas sendiri tanpa tabung dan alat pernapasan. Pada dasarnya, seorang freediver menahan napas, merilekskan tubuh, lalu masuk ke dalam air untuk merasakan kedalaman dan keheningan laut.
Salah satu hal yang membuat freediving menarik adalah sensasinya yang sangat pribadi. Saat turun, suara dunia permukaan menjauh, gerakan melambat, dan perhatian tertuju pada napas, gerakan tubuh, dan lingkungan laut. Banyak orang merasa seperti berada di ruang meditasi hanya mereka, napas, dan lautan sehingga selain olahraga fisik, freediving juga sering dianggap latihan untuk menenangkan pikiran.
Manfaat freediving tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental. Latihan menahan napas dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi pernapasan.
Selain itu, berada di bawah air dalam keadaan tenang membantu meredakan stres dan meningkatkan fokus. Teknik pernapasan yang dipelajari dalam freediving juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari untuk mengelola kecemasan dan meningkatkan kesadaran diri.
Freediving memiliki risiko yang perlu diperhatikan, salah satu risiko utama adalah blackout atau kehilangan kesadaran akibat kekurangan oksigen. Oleh karena itu, penting bagi penyelam untuk selalu berlatih dengan pendamping dan mengikuti protokol keselamatan yang ketat. Pelatihan formal dan sertifikasi dari organisasi seperti AIDA International sangat dianjurkan untuk memastikan keselamatan dalam berlatih dan berkompetisi.
Freediving juga memiliki berbagai disiplin kompetitif, seperti static apnea (menahan napas tanpa bergerak), dynamic apnea (berenang sejauh mungkin dengan satu napas), dan constant weight (menyelam ke kedalaman tertentu tanpa mengubah berat). Rekor dunia dalam disiplin ini terus berkembang, dengan penyelam mencapai kedalaman lebih dari 200 meter dan menahan napas selama lebih dari 10 menit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....