Mengenal Shuttlecock Alat Utama Olahraga Bulu Tangkis
- 07 Agt 2025 22:18 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Shuttlecock atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai kok, adalah alat utama olah raga dalam olah raga bulu tangkis. Berbentuk kerucut terbuka yang terbuat dari bulu (biasanya angsa atau itik) atau bahan sintetis, melekat pada alas berbahan gabus atau karet bundar. Istilah "shuttlecock" berasal dari kombinasi kata “shuttle” (bergerak bolak‑balik) dan “cock” (bulu menyerupai ekor ayam jantan).
Sejarah Shuttlecock menurut wikipediaShuttlecock modern berkembang pada pertengahan abad ke-19 di India Britania, dari permainan lokal bernama Poona, yang kemudian dibawa dan disempurnakan di Inggris hingga menjadi dasar olahraga bulu tangkis seperti sekarang
Biasanya, shuttlecock dibuat dari 16 helai bulu angsa atau itik yang disusun melingkar, dengan alas berbentuk setengah bola dari gabus atau kayu serbuk (kadang dilapisi kulit tipis). Panjang bulu berkisar antara 62–70 mm, diameter alas 25–28 mm, dan diameter lingkar bulu 58–68 mm.
Shuttlecock memiliki berat sekitar 4,75 hingga 5,50 gram. Kecepatan (speed) shuttlecock beragam (75–79), disesuaikan dengan kondisi iklim dan ketinggian lokasi. Misalnya, speed lebih rendah digunakan di dataran tinggi atau iklim dingin, dan speed lebih tinggi di daerah hangat atau dekat permukaan laut.
Desain kerucut menghasilkan drag yang tinggi, membuat shuttlecock melambat lebih cepat dan sangat stabil secara aerodinamis — selalu terbang dengan posisi alas menghadap depan (cork-first). Karakteristik ini memungkinkan rally panjang, presisi tinggi, dan strategi permainan yang khas dalam bulu tangkis.
Selain bulu alam, kini terdapat juga shuttlecock sintetis (plastik) yang lebih tahan lama dan lebih tahan terhadap kelembapan, tetapi memiliki perilaku terbang yang berbeda: lebih lambat di awal, dan tidak turun lurus sebagaimana shuttlecock berbulu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....