Film SOLATA akan Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia

  • 24 Agt 2026 08:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Film “SOLATA” kembali mencatatkan kiprah di panggung perfilman internasional. Setelah mendapat sambutan meriah dalam Jordan Children and Youth’s Film Festival di Amman, Yordania, pada 18 Agustus 2026 lalu, film yang mengangkat persoalan pendidikan di pedalaman Indonesia tersebut akan kembali tampil dalam festival film internasional di Praha, Cekoslowakia.

Kehadiran “SOLATA” di festival film anak dan remaja Yordania mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI di Amman. Film yang memotret ketimpangan kondisi pendidikan di wilayah pedalaman Indonesia itu dinilai mampu memberikan gambaran mengenai realitas kehidupan di negara berkembang, sekaligus membawa cerita tentang pendidikan, persahabatan, kemanusiaan, dan semangat anak-anak di daerah terpencil.

Setelah Yordania, “SOLATA” dijadwalkan hadir dalam ASEAN Plus Three Film Festival yang berlangsung di Praha pada 7 hingga 14 September 2026 mendatang. Film yang menjadi debut penyutradaraan film panjang Ichwan Persada tersebut bahkan mendapat tempat istimewa karena foto salah satu adegannya digunakan sebagai latar pada poster resmi festival. “SOLATA” dijadwalkan diputar pada 11 September di Municipal Library of Prague.

Film yang dibintangi Rendy Kjaernett, Rachel Natasya, dan Fhail Firmansyah itu akan hadir bersama film-film dari sejumlah negara Asia, di antaranya Myanmar, China, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Kehadiran “SOLATA” dalam festival tersebut juga mendapat dukungan penuh dari KBRI Praha, yang turut mendorong karya perfilman Indonesia untuk tampil di ruang budaya internasional.

Melalui releasenya di Media Instagram pada Minggu 23/8/2026, sutradara sekaligus produser “SOLATA”, Ichwan Persada, mengaku bersyukur atas apresiasi yang terus diberikan masyarakat internasional terhadap filmnya. “Meski apresiasi dari festival dalam negeri masih minim, namun undangan dari berbagai festival internasional justru terus berdatangan. Saya berharap kondisi tersebut dapat menjadi catatan bagi penyelenggara festival di dalam negeri agar dapat melihat sebuah film berdasarkan kualitas karya, bukan semata-mata popularitas film maupun para pembuat dan pemainnya,” ungkap Ichwan Persada.

Bagi Ichwan, perjalanan “SOLATA” ke berbagai festival internasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cerita Indonesia kepada penonton dunia. Pria yang merupakan jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar itu berharap film “SOLATA” masih dapat terus berkiprah di berbagai festival berskala internasional hingga akhir tahun ini. Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa cerita dari pelosok Indonesia mampu menembus batas negara dan mendapat perhatian dari masyarakat perfilman internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....