Popularitas Keroncong Menurun, Regenerasi Jadi Tantangan Pelestarian

  • 03 Agt 2026 18:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Musik keroncong sebagai salah satu warisan seni budaya Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga eksistensinya di tengah perkembangan musik modern. Popularitas genre musik ini terus mengalami penurunan sejak akhir 1960-an hingga pada 1970-an mulai dinilai perlu diselamatkan melalui berbagai upaya pelestarian.

Dilansir dari jurnal.fib.unpad.ac.id. Sejumlah penggiat keroncong bersama pemerintah terus mendorong pelestarian sekaligus pengembangan musik keroncong. Langkah tersebut dilakukan tidak hanya untuk menjaga keberadaan keroncong sebagai identitas budaya bangsa, tetapi juga memperluas minat masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan keroncong masih menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah kuatnya penerapan pakem atau aturan baku yang ditetapkan para tokoh senior keroncong dalam menentukan bentuk musik yang dianggap sesuai dengan karakter asli genre tersebut.

Pakem tersebut dinilai mampu menjaga keaslian dan kelestarian musik keroncong. Namun, di sisi lain, aturan yang terlalu ketat dinilai membatasi ruang kreativitas para musisi muda untuk menghadirkan inovasi yang lebih sesuai dengan selera pendengar masa kini.

Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya perkembangan keroncong dibandingkan genre musik lain yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Akibatnya, minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap musik keroncong terus mengalami penurunan.

Penelitian tersebut menilai pelestarian dan pengembangan keroncong perlu berjalan secara seimbang. Inovasi dalam aransemen maupun penyajian musik dinilai dapat dilakukan tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya yang menjadi ciri khas keroncong.

Dengan pendekatan yang lebih terbuka terhadap kreativitas, musik keroncong diharapkan mampu menjangkau pendengar yang lebih luas sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang tetap relevan di tengah perkembangan industri musik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....