Jamaah Padati Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Ikuti Kajian Islam UAS
- 28 Jul 2026 07:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Jamaah memadati Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali untuk mengikuti Kajian Islam bersama Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan Kajian Islam tersebut diselenggarakan oleh Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali bekerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama dan Forum Kajian Cinta Al-Qur’an.
Mengangkat tema “Tantangan Pendidikan dan Generasi di Era Digital”, kajian tersebut menghadirkan Ustaz Abdul Somad sebagai penceramah utama. Sejak sebelum kegiatan dimulai, jamaah telah memadati Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali.
Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari sivitas akademika UIM Al-Gazali, mahasiswa, tenaga pendidik, pengurus organisasi keagamaan, hingga masyarakat umum.
Kehadiran jamaah dalam jumlah besar menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keislaman sekaligus pentingnya pembahasan mengenai pendidikan dan generasi di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad membahas berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dan generasi muda di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia.
Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi dengan ilmu pengetahuan, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai agama.Era digital telah mengubah cara manusia memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi.
Generasi muda memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai sumber informasi melalui internet dan media sosial. Di satu sisi, kemudahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pengetahuan.
Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi juga dapat membawa berbagai pengaruh negatif apabila tidak disikapi dengan bijak.
Ustaz Abdul Somad mengingatkan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.
Pendidikan, kata dia, tidak boleh hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus membangun akhlak, karakter, tanggung jawab, serta kemampuan generasi muda dalam menyaring berbagai informasi yang mereka terima.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad juga menekankan bahwa generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan kebaikan.
Teknologi, menurutnya, harus ditempatkan sebagai alat yang digunakan untuk mendukung kehidupan dan kemajuan manusia, bukan justru menjadi sesuatu yang mengendalikan kehidupan.
Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Mereka harus mampu membedakan informasi yang benar dan salah, menyaring berbagai konten, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Selain itu, penguatan pendidikan agama juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
Pendidikan agama diharapkan dapat menjadi landasan bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan informasi.
Kajian tersebut berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Jamaah menyimak tausiyah Ustaz Abdul Somad dengan penuh perhatian.
Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Kajian Islam tersebut.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan moral generasi muda.
“Universitas tidak hanya bertugas mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, akhlak, dan nilai-nilai spiritual yang kuat,” ujar Muammar Bakry.
Ia menilai tema yang diangkat dalam kajian tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Era digital memberikan peluang yang sangat besar bagi pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun, di saat yang sama, era digital juga menghadirkan tantangan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu, generasi muda harus dibekali ilmu, karakter, dan nilai-nilai agama,” katanya.
Rektor UIM Al-Gazali juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, keluarga, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pendidikan dan pembinaan generasi.
“Pendidikan generasi merupakan tanggung jawab bersama. Perguruan tinggi, keluarga, organisasi keagamaan, dan masyarakat harus bersinergi agar generasi muda kita dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.
Muammar Bakry menambahkan, kegiatan Kajian Islam seperti ini merupakan bagian dari upaya UIM Al-Gazali dalam memperkuat tradisi keilmuan dan keislaman di lingkungan kampus serta masyarakat.
“UIM Al-Gazali ingin terus menjadi ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman. Kajian seperti ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan akademisi, ulama, mahasiswa, dan masyarakat dalam membahas persoalan-persoalan aktual,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal bagi jamaah, khususnya generasi muda, dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.
“Kami berharap kajian ini tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan inspirasi dan dorongan kepada kita semua untuk terus memperkuat pendidikan, meningkatkan literasi, serta membangun generasi yang berilmu dan berakhlak,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....