Program Ikatte Kenang Kehangatan Surat Fisik Pendengar Radio Era 90-an

  • 18 Jul 2026 20:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Di tengah derasnya arus komunikasi digital saat ini, surat fisik dari para pendengar dan penggemar menjadi kenangan yang sulit tergantikan bagi para insan radio era 1990-an. Hal tersebut menjadi perbincangan hangat dalam Program Ikatte di Pro 4 RRI Makassar yang mengangkat tema "Suka Duka Membaca Surat Fisik dari Fans", menghadirkan narasumber Mas'ud Daeng Rukka, penyiar RRI Makassar era 90-an, serta Mba Neng, penyanyi sekaligus penyiar era 90-an.

Dalam perbincangan tersebut, kedua narasumber mengenang masa ketika surat menjadi jembatan utama antara penyiar dengan para pendengar. Setiap surat yang datang bukan sekadar berisi salam dan permintaan lagu, tetapi juga cerita kehidupan, ungkapan semangat, hingga rasa terima kasih yang ditulis dengan penuh ketulusan.

Mas'ud Daeng Rukka mengungkapkan bahwa membaca surat dari para pendengar selalu menghadirkan rasa haru sekaligus tanggung jawab. Menurutnya, setiap lembar surat memiliki kisah yang berbeda dan menjadi bukti kedekatan emosional antara radio dan masyarakat. Bahkan, tidak sedikit surat yang disimpan selama bertahun-tahun karena memiliki nilai kenangan yang sangat berharga.

Sementara itu, Mba Neng menuturkan bahwa sebagai penyanyi dan penyiar, ia kerap menerima surat dari penggemar yang berisi dukungan, pujian, hingga curahan hati. Meski membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai dibandingkan pesan digital saat ini, surat-surat tersebut justru terasa lebih istimewa karena ditulis dengan kesabaran, kejujuran, dan sentuhan personal.

Keduanya sepakat bahwa perkembangan teknologi memang mempermudah komunikasi. Namun, mereka menilai kehangatan surat tulisan tangan memiliki nilai emosional yang sulit digantikan oleh pesan singkat di media sosial. Surat fisik menjadi saksi kedekatan antara penyiar dan pendengar yang terbangun melalui suara, kepercayaan, dan perhatian yang tulus.

Melalui tema nostalgia ini, Program Ikatte Pro 4 RRI Makassar mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenang budaya berkirim surat yang pernah menjadi bagian penting dalam dunia penyiaran radio Indonesia. Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi boleh berubah, tetapi ketulusan dalam berkomunikasi akan selalu memiliki tempat di hati setiap orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....