Toy Story 30 Tahun, Refleksi Perubahan Dunia Anak di Era Digital

  • 29 Jun 2026 10:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID Makassar – Film animasi Toy Story yang telah menemani berbagai generasi selama tiga dekade kembali menjadi perbincangan. Melalui perjalanan Woody dan Buzz Lightyear dari masa ke masa, film ini dinilai tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menggambarkan perubahan cara anak-anak bermain seiring perkembangan teknologi.

Dalam film pertama yang dirilis pada 1995, kisah berfokus pada persahabatan, kerja sama, dan proses menerima kehadiran teman baru. Memasuki Toy Story 3, diceritakan Andy mulai beranjak dewasa sehingga mainan harus belajar merelakan perubahan. Sementara dalam Toy Story 5 yang dijadwalkan tayang pada 2026, tantangan bergeser ketika anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding bermain bersama mainan.

Perubahan tersebut mencerminkan pergeseran cara anak berinteraksi. Jika dahulu anak-anak lebih sering bermain di luar rumah, belajar berbagi, bernegosiasi, hingga menyelesaikan konflik secara langsung, kini interaksi banyak terjadi melalui layar dan permainan digital.

Meski demikian, penggunaan gawai bukan berarti harus dilarang sepenuhnya. Orang tua justru didorong untuk menjaga keseimbangan dengan tetap menyediakan waktu bagi anak untuk bermain langsung bersama teman, berkomunikasi tatap muka, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui pengalaman nyata.

Dikutip dari unggahan Instagram Ibupedia, melalui ilustrasi perjalanan Toy Story, orang tua diingatkan bahwa tugas mereka bukan menjadi antigawai, melainkan menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan waktu bermain anak. Bermain secara langsung dinilai penting karena membantu anak belajar bekerja sama, berempati, bernegosiasi, menghadapi kekecewaan, serta mengembangkan imajinasi dan kemampuan bersosialisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....