Makkunrai Academy Cetak Pewaris Budaya
- 22 Jun 2026 11:26 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR - Makkunrai Arts Academy Angkatan ke‑2 berhasil menciptakan kisah pelestarian budaya yang menarik. Peserta yang dulu belajar, kini kembali menjadi fasilitator muda mengajarkan Tari Padduppa kepada adik‑adiknya.
Program ini digagas Direktur Makkunrai Institute, Nurhikmah, melalui dukungan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Mengangkat tema Warisan Budaya Maritim, kegiatan berlangsung 8–21 Juni 2026. Diikuti 20 anak perempuan dari SD Inpres Bangkala 3 dan SDN Tello Baru 2 di kawasan sekitar TPA Antang.
Nurhikmah menekankan keberhasilan tidak hanya diukur dari kemampuan menari, tapi juga terbentuknya penerus yang berani mengajarkan kembali ilmunya. “Yang membahagiakan bukan sekadar tampil di panggung, tapi anak tumbuh percaya diri dan mampu berbagi ilmu. Di situlah pewarisan budaya benar‑benar terjadi,” ujar Nurhikmah, Senin 22 Juni 2026.
Program ini merupakan pengembangan dari Kelas Seni Makkunrai tahun 2025. Jika sebelumnya hanya pengenalan seni, kali ini pembelajaran lebih luas: mulai pemetaan potensi, pendampingan bakat, pembentukan karakter, hingga praktik berbagi ilmu.
Pembelajaran menggunakan pendekatan khusus bernama Rumus Terpadu Seni BUMA atau Budaya Makkunrai buatan Nurhikmah. Metode ini menggabungkan keterampilan teknis dengan nilai budaya dan karakter.
Kegiatan didukung delapan fasilitator serta dua narasumber, yaitu Kepala SD Inpres Bangkala 3 Muh. Faisal, guru SDN Tello Baru 2 Rahmawati Sasmedi, dan praktisi seni Nur Asrinah. Muh. Faisal menilai kehadiran alumni sebagai fasilitator muda bukti nyata keberhasilan membangun karakter.
“Mereka bukan hanya menerima ilmu, tapi belajar bertanggung jawab dan berbagi. Seni bukan sekadar ekstrakurikuler, tapi sarana percaya diri, kedisiplinan, dan kepemimpinan,” tambahnya.
Sebagai hasil belajar, peserta menggelar Resital Seni pada 16 Juni 2026 di hadapan guru, orang tua, dan masyarakat. Di hari penutupan, 21 Juni 2026, peserta menerima sertifikat dan Piagam Karakter Budaya Maritim. Penghargaan ini berdasarkan nilai seperti jujur, teguh pendirian, berani, santun, dan lainnya.
Perjalanan belum usai; mereka dijadwalkan tampil dalam Makkunrai Art Festival 2026 bulan September nanti. Di sana peserta akan berinteraksi dengan seniman, pegiat budaya, hingga jejaring internasional.
Nurhikmah berharap pengalaman tampil publik memperluas wawasan dan memperkuat kebanggaan budaya. Lewat akademi ini, Makkunrai Institute membangun ekosistem warisan budaya yang lestari, di mana generasi muda belajar sekaligus mengajar untuk meneruskan nilai luhur Sulawesi Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....