Geliat Karya Musisi Bugis ditengah Ketatnya Persaingan Industri Musik Modern

  • 05 Jun 2026 11:07 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar — Semangat para musisi lokal Bugis dalam berkarya masih terus menyala di tengah ketatnya persaingan industri musik yang semakin dinamis. Kehadiran platform digital dan perubahan tren musik tidak menyurutkan langkah para pelaku seni daerah untuk terus menciptakan karya yang mengangkat identitas budaya sekaligus menjangkau pendengar yang lebih luas.

Hal tersebut mengemuka dalam program Obsesi PRO1 RRI Makassar edisi Kamis, 4 Juni 2026, yang dipandu Arfan Yusri. Dalam kesempatan tersebut, penyanyi dan pencipta lagu asal Kabupaten Soppeng, Hasby Soetomo, berbagi pandangannya mengenai perkembangan musik Bugis dan tantangan yang dihadapi para musisi lokal saat ini.

Menurut Hasby pencipta dan penyanyi dari lagu atitta nasabari ini, perkembangan teknologi justru membuka peluang yang lebih besar bagi musisi daerah untuk memperkenalkan karya mereka tanpa harus bergantung pada jalur distribusi konvensional. Meski demikian, ia mengakui persaingan menjadi semakin ketat karena para musisi kini bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga dengan karya-karya dari berbagai daerah dan negara yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

“Persaingan memang semakin besar, tetapi itu tidak boleh membuat kita berhenti berkarya. Justru ini menjadi motivasi bagi musisi Bugis untuk terus meningkatkan kualitas musik dan produksi agar mampu bersaing di tengah arus musik yang begitu cepat berkembang,” ujar Hasby Soetomo.

Ia menilai kekuatan utama musik Bugis terletak pada kekayaan bahasa, nilai budaya, dan karakter musikal yang khas. Menurutnya, unsur lokal tersebut menjadi identitas yang tidak dimiliki oleh musisi lain dan dapat menjadi daya tarik tersendiri apabila dikemas secara kreatif sesuai perkembangan zaman. Hasby juga mengapresiasi munculnya generasi muda yang mulai berani menghadirkan sentuhan modern dalam lagu-lagu berbahasa Bugis tanpa meninggalkan akar budayanya.

“Lagu-lagu bugis itu punya magnet tersendiri dengan kekuatan di lirik lagunya yang berkisah sedih pasti akan banyak disukai pendengar. Alhamdulillah saya dan beberapa rekan musisi asal bugis ini diberi ruang berkarya dalam naungan Mata Esso Production yang ada di kabupaten soppeng.Mereka support kami semua dari ide,rekaman,proses pembuatan video klip hingga penayangan di platform musik kami di support,” katanya.

Hasby berharap dukungan dari masyarakat, pemerintah, media, dan berbagai pemangku kepentingan terus diberikan kepada para musisi lokal. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan membantu karya-karya musisi Bugis semakin dikenal luas sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

“Di tengah berbagai tantangan yang ada, geliat karya musisi Bugis tetap menunjukkan optimisme bahwa musik daerah masih memiliki ruang dan masa depan yang menjanjikan di industri musik Indonesia.Satu yang penting juga bahwa bila sebuah karya ingin langgeng abadi selain ikhlas dan ikhtiar dalam bermusik jangan lupa libatkan Tuhan,”tutup Hasby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....