Rintik Sedu Kembali ke Makassar setelah Delapan Tahun

  • 20 Apr 2026 13:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Butuh waktu delapan tahun Nadhifa Alya Tsana yang lebih dikenal dengan Rintik Sedu kembali ke kota Anging Mammiri, menyapa para penggemarnya yang dipanggil dengan sebutan "Teri" melalui karya terbarunya novel “Musim yang Tak Sempat Kita Miliki”. Rasa rindu terhadap suasana kota dan masyarakat yang ramah menjadikan Makassar kota keempat yang didatanginya.

Tsana menyapa para penggemarnya, yang dipanggil "Teri" dalam book tour, dimana membahas tentang novel terbarunya, Minggu 19 April 2026 di Gramedia Pettarani. Dalam buku terbarunya, mengangkat tema tentang kehilangan, hubungan yang belum selesai, dan proses berdamai dengan masa lalu.

Kembali mengunjungi kota Makassar, Tsana yang dikenal dengan nama Rintik Sedu, berbagai cerita kenapa akhirnya memilih Makassar, setelah delapan tahun lalu pernah datang untuk buku pertama Geez & Ann#1. "Kenapa memilih Makassar, karena aku kangen banget. Terakhir kali kesini delapan tahun lalu, cuma lupa Gramedia mana, saat itu ada datang 15 orang ketika buku pertama, " ungkapnya

Ia menjelaskan setelah delapan tahun lamanya, dirinya memutuskan kembali karena merasa jauh sama pembacanya, "Jadi pengen banget kesini lagi dengan musim yang baru, dengan aku yang kayak, 'kayaknya aku udah siap deh untuk ke Makassar lagi' " ucap Tsana

Lebih jauh, Tsana mengungkapkan tentang novel terbarunya, tentang backburner, cinta yang mengantung atau tidak pernah benar-benar dimulai ,” Jadi novel aku ini, kebetulan berbagai tentang backburner karena di generasi aku, di sekitar aku tuh sangat hangat pembicaraannya tentang backburner, jadi aku pengen membahas sesuatu yang dekat sama teman-teman di Makassar juga. Jadi ceritanya dekat dan bisa menemukan bagian dirinya di dalam buku aku,” jelasnya

Selama menyapa penggemarnya, Tsana berbagi cerita tentang proses penulisan bukunya, dan berharap melalui novel terbarunya para pembacanya lebih terbuka terhadap perasaannya sendiri. "Aku pengen mereka tidak perlu khawatir untuk mengakui apapun yang mereka rasakan, mereka pikirkan. Seburuk apapun itu atau se-gak perlu dirasakan apapun itu, itu tetep perasaan dan menurut aku itu gak perlu ditahan-tahan," paparnya

Untuk proses dalam menghadirkan novel ke enamnya ini, Ia mengaku membutuhkan waktu setengah tahun dengan turun langsung untuk melakukan risest , mendapatkan ide dan sampai benar-benar akhirnya terbit. “Untuk prosesnya, aku mendapatkan ide, lalu merangkai cerita, riset sampai benar-benar terbit membutugkan waktu setengah tahun,”ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....