Film Ghost in The Cell Siap Tayang di 86 Negara

  • 10 Apr 2026 18:41 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Industri perfilman Tanah Air kembali diramaikan oleh karya terbaru dari sutradara ternama Joko Anwar melalui film berjudul Ghost in The Cell. Setelah sukses dengan beberapa film sebelumnya seperti Pengabdi Setan dan Siksa Kubur kali ini Joko Anwar kembali menghadirkan film Gosh in The Cell yang mengusung genre komedi horor. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 April 2026 dan langsung mencuri perhatian publik, baik di dalam maupun luar negeri.

Tak hanya menawarkan konsep cerita yang segar, Ghost in The Cell juga mencatat pencapaian impresif di pasar global. Bahkan sebelum resmi dirilis di Indonesia, hak distribusi film ini telah dibeli oleh sedikitnya 86 negara. Hal ini menandakan besarnya minat internasional terhadap karya tersebut, yang dinilai memiliki daya tarik universal.

Joko Anwar mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari realitas sosial yang ada di Indonesia, khususnya terkait isu kekuasaan dan korupsi. Ia menegaskan bahwa tema tersebut ternyata relevan secara global. Menurutnya, ketidakadilan dan praktik korupsi bukan hanya milik satu negara, melainkan persoalan universal yang dapat dipahami oleh penonton di berbagai belahan dunia.

Keberhasilan film ini menembus pasar internasional juga didukung kerja sama dengan distributor asal Jerman, Plaion Pictures, yang menangani distribusi di sejumlah wilayah, termasuk negara-negara berbahasa Jerman. Selain itu, film ini telah lebih dulu melakukan pemutaran perdana dunia di ajang Berlinale 2026.

Sementara itu, berdasarkan unggahan di Instagram pribadinya, Joko Anwar juga membagikan gambaran singkat mengenai sinopsis film ini. Ia menuliskan bahwa Ghost in The Cell adalah cerita di dalam lapas Labuhan Angsana dimana para narapidana hidup dengan masalah setiap hari. Mengalami penindasan dari para pejabat lapas, serta permusuhan dan satu persatu narapidana dalam lapas tersebut tewas dengan cara yang mengerikan. Setelah mengetahui ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar ada satu hal yang sepertiny tidak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup, yaitu bersatu untuk melawan penindas, bahkan hatu sekalipun.

Film yang produksi oleh Come and See Pictures bersama RAPI Films, Legacy Pictures, dan Barunson E&A ini, juga dibintangi deretan aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Tora Sudiro, Rio Dewanto, hingga Morgan Oey.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....