Gagal di SNBP, Siswa Diminta Fokus Susun Strategi Hadapi UTBK 2026
- 08 Apr 2026 17:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kegagalan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau jalur undangan bukanlah akhir dari perjuangan menuju perguruan tinggi impian. Menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dijadwalkan berlangsung pada 21–30 April 2026, para siswa diimbau untuk segera menyusun strategi belajar dan memilih kampus secara realistis.
Leader sekaligus Mentor komunitas belajar 20for80, Aryo Heriyanto, menekankan pentingnya mengenali potensi diri sebelum menentukan pilihan jurusan dan kampus. Menurutnya, pemilihan program studi harus disesuaikan dengan kemampuan akademik masing-masing siswa.
“Kalau merasa kurang kuat di matematika, tidak ada salahnya mempertimbangkan jurusan sosial atau hukum. Kita harus realistis dan memahami kemampuan diri sendiri,” ujarnya. Selasa, 7 April 2026.
Selain itu, siswa juga disarankan untuk memperhatikan tingkat keketatan jurusan. Dengan memahami rasio persaingan, calon mahasiswa dapat memperkirakan peluang diterima sehingga keputusan yang diambil lebih strategis. Meski demikian, Aryo menegaskan bahwa memiliki mimpi besar tetap penting. Namun, mimpi tersebut harus diiringi usaha dan ambisi yang sebanding. Ia juga mengingatkan siswa agar tidak larut dalam rasa kecewa setelah gagal di SNBP.
“Kegagalan seharusnya menjadi bahan bakar semangat untuk menghadapi UTBK, bukan membuat kita down atau stres,” tambahnya.
Di komunitas belajar 20for80, sejumlah siswa mengaku menghadapi keresahan yang sama, seperti keterbatasan waktu belajar serta kebingungan menentukan langkah awal karena banyaknya materi yang harus dipelajari. Menanggapi hal tersebut, Aryo menyarankan siswa untuk menemukan metode belajar yang paling sesuai dengan karakter masing-masing. Setiap individu memiliki gaya belajar berbeda, mulai dari mendengar, membaca, hingga menulis.
“Pilih cara belajar yang paling mudah dipahami oleh diri sendiri, karena tidak semua metode cocok untuk semua orang,” jelasnya.
Bagi siswa yang baru mulai belajar dengan waktu persiapan kurang dari satu bulan, ia menyarankan agar fokus pada latihan soal dibandingkan membuat rangkuman materi yang terlalu banyak.
“Daripada habis waktu mencatat, lebih baik langsung memperbanyak latihan soal. Itu adalah simulasi terbaik menghadapi UTBK,” katanya.
Untuk menjaga konsistensi belajar tanpa mengalami burnout, Aryo juga merekomendasikan penggunaan teknik Pomodoro. Metode ini dilakukan dengan belajar fokus selama 25 menit tanpa distraksi, kemudian beristirahat selama lima menit dengan aktivitas ringan seperti peregangan atau berjalan singkat, sebelum kembali melanjutkan sesi belajar berikutnya.
Dengan strategi belajar yang tepat, pengelolaan waktu yang baik, serta mental yang tetap positif, siswa diharapkan dapat memaksimalkan peluang mereka dalam UTBK 2026 dan tetap optimis meraih kampus impian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....