Fenomena Mokel saat Ramadan: Sekadar Tren atau Dosa?

  • 26 Feb 2026 11:07 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Istilah "mokel" kerap menjadi perbincangan hangat setiap memasuki bulan suci Ramadan, baik di percakapan sehari-hari maupun media sosial. Kata ini lazim digunakan anak muda untuk menyebut seseorang yang membatalkan ibadah puasa secara sengaja sebelum waktu berbuka tiba.

Melansir dari laman resmi Baznas, mokel merupakan bahasa gaul yang sangat populer di sejumlah daerah, terutama di Jawa Barat. Dalam penggunaan praktisnya, istilah ini merujuk pada tindakan membatalkan puasa tanpa adanya alasan syar'i yang dibenarkan oleh aturan agama Islam.

Meskipun tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata mokel telah lama hidup dalam kosakata tidak resmi masyarakat saat Ramadan. Maknanya bukan sekadar batal puasa karena lupa, melainkan tindakan sadar untuk makan atau minum secara diam-diam.

Terdapat beberapa faktor yang kerap menjadi penyebab seseorang melakukan mokel, mulai dari kurangnya pemahaman agama hingga pengaruh lingkungan sekitar. Selain itu, rasa lapar dan haus yang berat serta lemahnya kontrol diri juga memicu seseorang membatalkan puasanya.

Secara syariat, Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 185 telah mewajibkan umat Islam berpuasa, kecuali bagi orang sakit atau musafir. Jika seseorang sengaja membatalkan puasa tanpa alasan darurat, maka ia memiliki kewajiban besar untuk menggantinya di hari lain.

Dalam kajian fikih, mereka yang terlanjur mokel diwajibkan untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh serta mengqadha atau mengganti puasa tersebut. Pada kasus tertentu, pelanggar bahkan dapat dikenai kafarat berupa puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 fakir miskin.

Fenomena mokel menunjukkan dinamika bahasa sosial, namun di baliknya terdapat konsekuensi ibadah yang tidak ringan bagi setiap Muslim. Puasa sejatinya bukan sekadar menahan lapar, melainkan melatih disiplin dan keteguhan iman agar ibadah tetap bernilai pahala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....