Produksi Film Negara (PFN) Berencana Bangun Bioskop Negara Pertama

  • 19 Feb 2026 10:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Produksi Film Negara (PFN) tengah mematangkan rencana membangun bioskop milik negara pertama di Indonesia yang akan diberi nama “Sinewara”. Rencana tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah atau yang akrab dikenal Ifan seventeen dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada 2 Februari 2026 yang disiarkan melalui Youtube TVR Parlemen.

Rencanaya pembangunan bioskop negara ini akan berlokasi di kawasan kantor PFN yang berada di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Meski demikian, pihak PFN belum mengumumkan jadwal pasti dimulainya proyek bioskop negara pertama tersebut.

Riefian menjelaskan bahwa pembangunan Sinewara akan menjadi proyek percontohan (pilot project) guna mendorong peningkatan jumlah bioskop di berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap langkah ini dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah maupun pihak lain untuk turut mengembangkan bisnis bioskop milik negara.

“Jadi ini sebagai pilot project untuk bioskop negara pertama. Semoga ini bisa menjadi stimulan dan juga trigger untuk daerah-daerah lain ikut menegmbangkan bisnis bioskop negara ini, dengan cara bergabung sebagai shareholder” ungkap Riefian.

Berdasarkan data PFN, saat ini Indonesia hanya memiliki sekitar 505 bioskop dengan total 2.401 layar. Mayoritas fasilitas tersebut masih terpusat di Pulau Jawa dengan persentase mencapai 70 persen, disusul Sumatera 15 persen dan Kalimantan 5 persen. Padahal, jumlah ideal layar bioskop di Indonesia diperkirakan mencapai 20.000 layar, sementara kondisi saat ini baru memenuhi sekitar 2.400 layar yang tersebar tidak merata dan hanya menjangkau 25 hingga 30 persen kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dalam forum tersebut Riefan juga menegaskan bahwa kehadiran Sinewara diharapkan menjadi respons atas masih terbatasnya layar bioskop di Tanah Air. Ia menilai terbatasnya jumlah layar bioskop menyebabkan banyak film lokal berkualitas harus lebih cepat turun tayang akibat persaingan yang ketat dengan film-film impor. Situasi ini dianggap menghambat perkembangan dan ruang tumbuh bagi karya para sineas nasional.

Melalui pembangunan bioskop negara pertama ini, PFN berharap pemerataan akses hiburan dan industri perfilman dapat meningkat di berbagai wilayah Tanah Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....