Cerita Inspirasi dari Ajang Putera Puteri Sulsel 2026
- 02 Feb 2026 11:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Ajang Putera Puteri Sulawesi Selatan 2026 menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bagi generasi muda. Hal ini tercermin dari perjalanan Sondre Dasuqi Svinndal dan Nur Asifah Fauziah yang berhasil meraih predikat 1st Runner Up Putera dan Puteri Sulawesi Selatan 2026 melalui proses seleksi yang menekankan integritas, wawasan, dan tanggung jawab sosial. Hadir dalam siaran Program Obrolan Seru Siang Ini (OBSESI) PRO1 RRI Makassar pada hari Minggu 1 Februari 2026 dipandu Arfan Yusri.
Sondre Dasuqi Svinndal mengungkapkan bahwa pengalaman pertamanya mengikuti ajang tersebut yang lebih didorong oleh motivasi sang ibu sangat memberikan pemahaman mendalam tentang peran pemuda sebagai agen perubahan, khususnya di lingkungan sekolah,kampus dan masyarakat. Ia kini menilai kepemimpinan tidak hanya diukur dari posisi, tetapi dari kemampuan memberi dampak positif.
“Di ajang ini saya banyak mendapatkan pengalaman luar biasa.Selain Modeling,Public Speaking dan Pengetahuan umum lainnya ,juga digembleng menjadi pemimpin dimulai dari keberanian mengambil tanggung jawab, sekecil apa pun perannya. Dari lingkungan sekolah dan kampus, kita bisa belajar memimpin dengan aksi dan keteladanan,” ujar Sondre.Ia menambahkan bahwa proses pembentukan diri menuntut konsistensi dan kesiapan menghadapi tantangan. Menurutnya, generasi muda perlu membangun mental tangguh agar mampu berkontribusi secara berkelanjutan, tidak hanya mengejar prestasi personal.
Sementara itu, Nur Asifah Fauziah yang juga meraih Puteri Kabupaten Pangkep 2025 menuturkan bahwa ajang Putera Puteri Sulawesi Selatan 2026 ini mendorongnya untuk lebih peka terhadap isu sosial dan pentingnya pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Pendidikan di kabupaten Pangkep. Ia menilai bahwa prestasi sejati adalah ketika keberhasilan pribadi dapat membawa manfaat bagi orang lain.“Pendidikan dan pengalaman menurut saya harus diiringi kepedulian sosial. Pelajar,mahasiswa dan generasi muda lainnya memiliki peran strategis untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing,” kata Nur Asifah.
| Baca juga: Indra Syarif Kembali lewat Lagu “Sendiri” |
Ia juga memotivasi generasi muda Sulsel khususnya perempuan, agar berani dalam mengambil peran kepemimpinan dan tidak ragu menyampaikan gagasan. Menurutnya, kepercayaan diri dan komitmen untuk terus belajar menjadi kunci dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Melalui kisah inspiratif Sondre Dasuqi Svinndal dan Nur Asifah Fauziah, diharapkan generasi muda Sulawesi Selatan semakin termotivasi untuk aktif berprestasi, berorganisasi, serta terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. “Jangan pernah taku gagal dan terus mencoba,karena keberhasilan itu berasal dari kegagalan.Tetap fokus berdampak pada lingkungan sekitar kita,sebab dunia tidak akan bertanya seberapa banyak yang kita miliki,tapi seberapa besar dampak yang telah kita tinggalkan,” tutup Asifa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....