Film Solata Tampil Perdana di Sofia Bulgaria
- 30 Jan 2026 12:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Film Indonesia “Solata” mencatatkan tonggak penting dengan tampil perdana di ajang festival film internasional melalui pemutarannya di Menar Film Festival. Pemutaran berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 19.00 waktu setempat di Cinema House, Sofia, dan diselenggarakan dengan dukungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia.
Menar Film Festival merupakan festival film non-kompetisi di Bulgaria yang berfokus pada karyakarya dari kawasan Timur Tengah dan Afrika. Indonesia diundang secara khusus oleh panitia festival untuk menampilkan Solata, sebagai bentuk apresiasi terhadap kekuatan narasi serta nilai budaya yang diangkat dalam film tersebut.
Pemutaran film ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia di Bulgaria melalui medium perfilman, sekaligus menandai langkah awal Solata untuk memasuki panggung perfilman internasional. Film ini dipilih karena dinilai mampu merepresentasikan wajah Indonesia yang pluralis, mencakup keberagaman budaya, agama, suku, ras, dan tatanan sosial.
Acara pemutaran dihadiri oleh kalangan diplomatik lintas negara, termasuk Duta Besar dari Belanda, India, Korea Selatan, Maroko, Mongolia, Pakistan, dan Vietnam, serta diplomat dari Portugal, Malta, Kuwait, Irak, Serbia, Amerika Serikat, Moldova, Tiongkok, Polandia, Jerman, Albania, Finlandia, dan Kroasia. Selain itu, turut hadir perwakilan media lokal, akademisi, travel writer, Indonesianist, tokoh agama, LSM, National Gallery of Bulgaria, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria, Listiana Operananta, menyampaikan bahwa Solata mengangkat kisah persahabatan anak-anak dari latar belakang budaya, agama, dan sosial yang berbeda, yang saling mendukung untuk tumbuh dan maju bersama.
“Film ini menyampaikan pesan universal tentang persahabatan, solidaritas, dan harapan nilai-nilai yang juga mencerminkan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk,” ujar Dubes Listi. Film Solata mengambil lokasi syuting di Lembah Ollon, Toraja, Sulawesi Selatan, dengan hampir seluruh pemerannya merupakan warga lokal Toraja, sehingga menghadirkan keautentikan yang kuat. Pemutaran film mendapatkan sambutan hangat dari penonton, dengan tingkat keterisian bioskop lebih dari 90% dan tepuk tangan meriah saat film Solata berakhir.
Sebelum pemutaran film, KBRI Sofia juga menampilkan tarian empat etnis Sulawesi Selatan Toraja, Bugis, Mandar, dan Makassar yang dibawakan oleh sanggar tari binaan KBRI, Pesona Mawar Nusantara (PMN), serta menyajikan hidangan khas Sulawesi Selatan kepada para tamu. Ke depan, KBRI Sofia berencana mendaftarkan Solata ke sejumlah festival film bersifat kompetisi pada tahun 2026, termasuk Sofia Film Festival dan Kinomania, guna memperluas jangkauan internasional film Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....