Masjid Nurul Izzah Simbol Cinta Abadi Tamsil untuk Sang Putri

  • 19 Jul 2026 09:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Kehilangan buah hati merupakan salah satu ujian terberat dalam fase kehidupan manusia. Namun bagi Tokoh Nasional sekaligus Anggota DPD RI, Tamsil Linrung, luka mendalam atas berpulangnya sang putri sulung, Azizah Nurul Izzah, berhasil ditransformasikan menjadi sebuah warisan abadi yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Cinta kasih tak bertepi seorang ayah tersebut diabadikan melalui Masjid Nurul Izzah, yang berdiri megah di lingkungan Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Serpong, Tangerang Selatan. Rumah ibadah ini kini menjadi jantung aktivitas ibadah dan pusat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai pelosok daerah.

Dilansir dari unggahan di akun Instagram pribadinya, @tamsilinrung, kepergian putri sulungnya di usia matang setelah berjuang melawan sakit adalah momentum refleksi yang sangat dalam. Baginya, Nurul Izzah bukan sekadar anak pertama, melainkan sosok yang pertama kali memberikan gelar mulia sebagai seorang ayah.

"Sebelum kehadirannya, saya hanyalah seorang laki-laki yang menjalani hidup. Tangis pertamanya yang memecah keheningan menandai sebuah amanah, bahwa Allah menitipkan gelar yang jauh lebih mulia daripada jabatan apa pun, yaitu gelar Ayah," tulis Tamsil dalam narasi menyentuh yang diunggah di akun Instagram-nya.

Terinspirasi dari Putri Perdana Menteri Malaysia

Dalam unggahan tersebut, Tamsil juga menceritakan bahwa nama "Azizah Nurul Izzah" memiliki historis yang lekat dengan dunia pergerakan. Nama itu terilhami dari persahabatannya dengan Dato’ Seri Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Bertahun-tahun lalu, saat Tamsil menjabat sebagai Wasekjen Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT), Anwar Ibrahim bertindak sebagai pembina organisasi tersebut. Kekaguman Tamsil pada nama putri Anwar Ibrahim yang berarti "Cahaya Kemuliaan" membuatnya mendawamkan nama serupa sebagai doa terbaik untuk putri sulungnya sendiri.

Mengubah Air Mata Menjadi Amal Jariyah

Pemberian nama Nurul Izzah pada masjid di lingkungan ICM pada tahun 2010 silam diakui Tamsil terjadi secara spontan, tanpa perdebatan atau diskusi panjang. Ia meyakini hal tersebut merupakan petunjuk dari Allah SWT untuk menghibur hati seorang ayah yang berduka.

"Seolah Allah sendiri yang menuntun, mengabadikan cinta seorang ayah melalui rumah-Nya. Maka ketika adzan berkumandang dari masjid itu, ketika anak-anak belajar mengaji di dalamnya, ketika sujud-sujud panjang dihamparkan, saya berharap setiap doa yang terangkat ke langit menjadi hadiah yang terus mengalir untuk putri saya," tuturnya lewat akun @tamsilinrung.

Bagi Tamsil, waktu tidak akan pernah benar-benar menghapus duka kehilangan anak, melainkan mengajarkan manusia untuk berdamai dan mengikhlaskan. Melalui berdirinya Masjid Nurul Izzah, air mata kini telah diubah menjadi amal jariyah, dan kehilangan telah bertransformasi menjadi jalan pahala.

Selama lantunan ayat suci Al-Qur'an dan sujud para santri bergemuruh di masjid tersebut, di sanalah cinta seorang ayah akan terus hidup dan abadi melintasi waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....