Hilirisasi Pertanian dan Perkebunan di Bulukumba

  • 27 Mar 2026 07:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ditengah hamparan sawah dan kebun yang menghijau di Kabupaten Bulukumba, harapan akan peningkatan kesejahteraan petani terus tumbuh seiring dengan digaungkannya program hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan. Program ini diharapkan mampu mengubah pola lama—dari sekadar menjual hasil panen mentah—menjadi produk olahan bernilai tambah.

Sejumlah petani perkebunan di Bulukumba mulai berupaya mengadopsi konsep hilirisasi. Mereka mencoba mengolah komoditas seperti kelapa, kakao, dan hasil kebun lainnya menjadi produk turunan. Upaya ini dilakukan secara mandiri maupun melalui kelompok tani, dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual dan memperluas pasar. Demikian yang dijelaskan Sahir, salah seorang Ketua Kelompok Tani di kabupaten Bulukumba. "Kami sedang berupaya untuk mengembangkan program hilirisasi dengan menanam tanaman perkebunan yang dapat diolah dan meningkatkan kesejahteraan petani," ungkap Sahir, Kamis, 26 Maret 2026.

Keterbatasan peralatan produksi, akses permodalan, serta minimnya pendampingan teknis menjadi tantangan utama yang dihadapi petani. Selain itu, belum optimalnya akses pasar juga membuat produk olahan yang dihasilkan belum mampu bersaing secara luas. Meski demikian, semangat petani tidak surut. Mereka tetap berupaya belajar dan berinovasi, memanfaatkan sumber daya yang ada untuk perlahan mendorong perubahan. Seperti yang dijelaskan Sofyan, salah seorang petani perkebunan Porang. Bahwa hasil panen porang dapat diolah menjadi bahan lain yang dapat bernilai ekonomi tinggi.

"Porang berpotensi diolah bukan sekedar bahan mentah. Bisa menjadi beras porang, kataknya bisa menjadi benih kembali dan bisa dijual. Bahkan limbahnya bisa diolah menjadi lem," jelas Sofyan.

Menurut Kepala Desa Baruga Riattang, kecamatan Bulukumpa, kabupaten Bulukumba, Asrul Sani. Pemerintah daerah sendiri terus mendorong percepatan hilirisasi melalui berbagai program, mulai dari pelatihan hingga dukungan kebijakan. Diharapkan, kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pihak terkait lainnya dapat mempercepat terwujudnya hilirisasi yang berkelanjutan di Kabupaten Bulukumba.

"Pemerintah desa mendukung program ini karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Sebenarnya ini bukan hal yang baru, tapi dulu dikenal dengan program petik, olah, jual. namun, saat ini pemerintah lebih menfokuskan sehingga diharapkan petani bisa lebih sejahtera," terang Asrul.

Dengan langkah kecil yang terus diupayakan, para petani berharap suatu hari nanti hasil kebun mereka tidak hanya dikenal sebagai bahan mentah, tetapi juga sebagai produk unggulan bernilai tinggi dari Bulukumba.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....