Arul Virgo, Sutradara Muda Maros yang Menyulam Cerita lewat Tiga Buku
- 15 Mar 2026 19:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Di sebuah sudut Kabupaten Maros yang dikelilingi hamparan sawah, perbukitan karst, dan jejak budaya yang panjang, lahir sebuah langkah baru dari seorang seniman muda. Ia dikenal lewat kamera dan layar film. Namun kali ini, ia memilih menyapa pembaca melalui lembaran buku.
Adalah Asrul Sani Dg. Pahata, atau yang akrab disapa Arul Virgo, seorang sutradara muda asal Maros yang kini memperluas jejak kreatifnya ke dunia literasi. Setelah dikenal melalui sejumlah karya film dan berbagai penghargaan di industri perfilman, Arul kini menghadirkan tiga buku sekaligus sebagai bentuk ekspresi barunya dalam berkarya.
Tiga buku tersebut berjudul “Titik Pulang Tanpa Peta”, “Sabda di Ujung Timur”, dan “Sisa Kemarin Sebelum Esok.” Ketiganya lahir dari perenungan, perjalanan batin, serta pengalaman hidup yang selama ini banyak ia tuangkan melalui bahasa visual sinema. Kini, gagasan dan imajinasi itu diterjemahkan dalam bentuk kata-kata.
Bagi Arul, menulis bukan sekadar aktivitas baru, melainkan ruang lain untuk bercerita. Jika film menyampaikan kisah lewat gambar bergerak, maka buku memberinya kebebasan untuk menjelajahi pikiran, perasaan, dan refleksi dengan cara yang lebih personal.
“Maros memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk terus berkarya. Budaya Bugis dan Makassar menyatu dalam kehidupan masyarakatnya. Ditambah lagi dengan kekayaan alam seperti hamparan sawah, pegunungan, hingga laut yang menghadirkan suasana yang begitu lengkap bagi seorang seniman,” ungkap Arul, Minggu 15 Maret
Meski lahir di kawasan Kajang, perjalanan kreatif Arul kini banyak berakar di Maros. Di daerah inilah ia membangun kehidupan bersama keluarga sekaligus terus menumbuhkan berbagai gagasan seni.
Tidak hanya aktif di dunia film dan literasi, Arul juga dikenal sebagai sosok yang terlibat dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Ia bergabung dengan sejumlah komunitas dan lembaga pemerhati budaya di Maros dan Makassar, sebagai bentuk kepeduliannya dalam menjaga serta merawat warisan budaya lokal.
Langkahnya menerbitkan tiga buku sekaligus menjadi penanda bahwa kreativitas tidak pernah berhenti pada satu medium. Bagi Arul, seni adalah perjalanan panjang yang dapat menemukan bentuknya di mana saja di layar lebar, di panggung budaya, maupun di halaman-halaman buku.
Kehadiran karya-karya tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah literasi daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sulawesi Selatan. Bahwa dari daerah, dari ruang-ruang sederhana yang penuh cerita, lahir gagasan besar yang mampu menembus berbagai ruang ekspresi.
Dan bagi Arul Virgo, perjalanan itu tampaknya baru saja dimulai. Dari kamera menuju pena, dari layar menuju lembaran buku—sebuah perjalanan pulang menuju dunia kata-kata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....