Kebahagiaan dan Kehangatan Anak Pejuang Kanker Berbaur dalam Kegiatan Buka Puasa
- 13 Mar 2026 10:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Senyuman terpancar dari raut wajah belasan anak kanker yang ikut menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama di Hotel Claro Makassar. Kegiatan buka puasa ini diinisiasi oleh Tangan Di Atas (TDA) Makassar yang menggandeng Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Makassar. Setiap anak kanker yang hadir didampingi oleh orang tua masing masing.
Dalam kegiatan buka puasa tersebut, berbagai rangkaian kegiatan dihadirkan seperti merangkai bunga, hiburan dari anak-anak kanker sampai lelang karya anak-anak kanker yang hasilnya digunakan untuk membayar biaya kontrakan rumah singgah yang ditempati selama melakukan pengobatan di Makassar.
Kepala Cabang YKAKI Makassar, Nurul Hijeriyati mengatakan YKAKI Makassar adalah yayasan yang menyiapkan akomodasi, obat obatan yang tidak ditanggung BPJS hingga kebutuhan para anak-anak kanker yang tinggal di rumah singgah YKAKI Makassar. Rumah singgah YKAKI Makassar sendiri terletak tidak jauh dari rumah sakit rujukan di Kawasan Indonesia Timur yakni RS Wahidin Sudirohusodo di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Nurul mengaku memilih rumah singgah yang dekat dari rumah sakit guna memudahkan pengobatan para anak kanker yang harus menjalani pemeriksaan berupa kemoterapi. Selain itu, ia menyebut saat ini masih ada 100 anak kanker yang menjalani pemeriksaan kemoterapi dan mereka dipersilahkan tinggal di rumah singgah sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.
"Jadi rumah singgah kami ini diperuntukkan bagi anak-anak kanker dari berhasil daerah, ada dari Merauke, Palu dan dari daerah lain. Mereka bisa tinggal sampai pengobatannya selesai seperti ada yang dari Merauke itu, mereka sudah lima tahun di rumah singgah," kata Nurul. Jumat, 13 Maret 2026.
Sementara itu, Seorang Ibu dari anak penderita kanker leukimia, Fatimah mengaku hingga kini anaknya masih menjalani pemeriksaan di RS Wahidin. Fatimah menceritakan kerap menangis ketika mendengar keinginan anaknya yang sederhana yakni ini ingin memiliki rambut yang lebat dan panjang seperti anak-anak pada umumnya.
"Anak saya bercita-cita mau seperti Dokter Nadira katanya, dan impiannya itu mau punya rambut yang panjang, memang dia sampaikan itu dengan bawaan tenang, santai bercanda tapi saya dibuat nangis hampir satu Minggu karena itu," ucap Fatimah.
Di sisi lain Fatimah mengaku senang karena bisa hadir di tengah tengah yayasan kasih anak kanker Indonesia Makassar. Ia senang karena akhirnya tidak merasa sendiri, tidak berjuang sendiri dan memiliki teman untuk berbagi cerita.
Sedangkan Seorang Ibu dengan status anak penyintas kanker, Wiwi mengajak seluruh ibu yang hadir di kegiatan buka puasa tersebut untuk tetap kuat dan semangat menemani anaknya berobat. "Jangan patah semangat teman-teman, berusaha, berdoa, ikhtiar. Jangan kita menangis di depan anak. Saya sudah melalui semua ini dan memang kita harus kuat, kita harus punya teman cerita karena kita tidak bisa pendam semua sendiri," ungkap Wiwi.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk berpikir positif dan menanamkan dalam hati dan pikiran bahwa anak kanker pasti sembuh meskipun harus melewati proses yang panjang. Wiwi sendiri memiliki seorang anak kanker yang dinyatakan sembuh oleh dokter dan untuk sampai ke titik ini, Wiwi menemani anaknya berobat sekitar 6 tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....