KUR BRI Menguatkan, Keluarga Kecil Bertahan dari Keterpurukan

  • 30 Nov 2025 20:34 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Di sudut jalan Muhammadiyah Makassar berdiri sebuah warungkecil bernama Warung Ardani. Warung ini menjadi tempat persinggahan favorit anak-anak sekolah.

Salma (32), pemilik warung memulai usaha kecilnya ini sejak tahun 2017 lalu, nama Ardani diambil dari nama anak pertamanya. Warung inimenyediakan minuman ringan mulai harga Rp 3.000-Rp 5.000.

“Di warung ini dijual minuman seperti Pop Ice dan Nutrisari dengan harga terjangkau karena di wilayah ini kan banyak anak-anak sekolah," ujar Salma sambil tersenyum saat melayani minuman es pesanan seorang siswi berseragam.

Salma (32) memulai usaha minuman ringan ini sejak tahun 2017. Ia mengaku memodali usahanya tersebut dengan dana sebesar Rp 5.000.000. Dari dana itu, ia membeli gerobak, blender dan beberapa meja dan kursi. Dari modal kecil itu, menjadi pijakan pertamanya merajut asa.

“Saya punya sedikit uang Rp 5.000.000 untuk membeli gerobak, meja dan kursi, serta blender untuk memulai usaha minuman dingin," ucap Salma.

Menurutnya, dari usahanya ini, Salma bisa menghidupi keluarganya di masa sulit. Ia mengaku penghasilan sebesar Rp 150.000 perhari yang diperolehnya mampu untuk memenuhi kebutuhan ketiga anaknya Ardani, Sarmila, dan Andika.

Berkubang di Masa Sulit

Keterpurukan menyelimuti keluarga ini Ketika bisnis suaminya Ibrahim bangkrut. Bisnis jual beli karung bekas yang selama ini menjadi penopang keluarga hancur seketika, memaksa mereka menjual mobil satu-satunya yang selama ini digunakan untuk berdagang.

“Selain berjualan minuman, suami saya juga punya bisnis jual beli karung bekas, tapi karena terjerat permainan judi online, akhirnya bisnis tersebut hancur," kata Salma.

Dalam kondisi tersebut, Salma memilih tidak menyerah. Ia tetap menjajakan minuman dingin depan rumah, untuk menghidupi keluarganya.

Setelah dua tahun berguat bangkit dari keterpurukan, Salma dan Ibrahim memutuskan kembali membangun bisnis jual belikarung bekas. Namun Keputusan tersebut terkendala modal, keluarga ini butuh, strategi dan keberanian untuk memulaikembali.

Tekad Salma bangkit dari keterpurukan disambut baik oleh Bank Rakyat Indonesia. Ia pun memilih mengajukan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp 50.000.000 untuk memulai kembali bisnis sang suami dan mengembangkan juga warung minumannya.

Usaha Jual Beli Karung Beras Salma. ( Foto: RRI/Rahmadhani)

"Melalui BRI Pasar Butung Makassar, saya memperoleh modal Rp 50.000.000. Alhamdulillah persyaratannya sangat mudah, dan melalui bantuan modal tersebut saya bisa kembali mengembangkan bisnis warung dan jual beli karung bekas," ucap syukur Salma

Ia menjelaskan, syarat pengajuan KUR sangat sederhana , hanya izin usaha, NPWP, dan KTP, setelah itu pihak BRI melakukan survei kelayakan sebelum modal disetujui , Bantuan modal ini menjadi titik balik kehidupan keluarganya. Tak hanya menghidupkan usaha lama, Salma juga merambah bisnis baru, makanan prasmanan, ia memasak sendiri di pagi hari, sebelum membuka warungnya seperti biasa.

Meraih Kembali Senyuman

Dari bisnis jual beli karung bekas yang kini kembali berjalan, Salma bersama suami bisa meraup keuntungan Rp 300.000-Rp 500.000/hari. Warung minumannya pun makin ramai, dan usaha prasmanannya pun juga menjadi sumber pendapatan baru.

Potret Usaha Prasmanan Salma. ( Foto: RRI/Rahmadhani)

Menurut Salma, kini dirinya bisa kembali meraih harapan setelah sempat terpuruk. Badai itu telah berlalu, ia kini bisa tersenyum lepas untuk masa depan keluarganya.

“ Badai itu sudah berlalu, sekarang saya sudah bisa meraih harapan untuk masa depan keluarga," kata Salma.

Sementara itu, mengutip laman BRI, Bank Pemerintah ini terus konsisten memperkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah. BRI telah menyalurkanKUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur (setara 74,4% dari total alokasi Rp175 triliun) pada periode Januari s.d September 2025

Program KUR menjadi nafas baru bagi pelaku UMKM yang ingin berkembang, bertahan atau bangkit dari keterpurukan seperti yang dialami Salma. (Penulis: RRI/ Rahmadhani)

Rekomendasi Berita