Komitmen Terangi Derah 3T, PLN Sinari Dusun Cindakko
- 21 Okt 2025 12:08 WIB
- Makassar
KBRN, Maros: Deru mesin kendaraan roda dua yang kami gunakan semakin kencang saat melakukan pendakian menuju dusun Cindakko, kecamatan Tompobulu di Kabupaten Maros. Kondisi jalan yang berbatu disertai tanah merah dan kondisi jalan yang curam yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, membuat perjalanan menuju dusun cindako cukup memacu adrenalin.
Kendaraan yang saya tumpangi merupakan kendaraan yang sudah di modifikasi agar bisa melalui jalur bebatuan tersebut. Menuju dusun Cindako dari Kota Makassar butuh waktu kurang lebih 2 jam lamanya. Jika kondisi cuaca hujan, perjalanan bisa sedikit lebih lama.

Potret saat kami tiba dengan latar belakang salah satu rumah warga dusun Cindakko, Kab. Maros yang sudah dialiri listrik.
Cindakko merupakan salah satu dusun dari tiga dusun yang membentuk Desa Bonto Somba, di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tiga dusun tersebut yakni Dusun Bonto-Bonto, Bara, dan Dusun Cindakko. Dusun ini juga menjadi tepi batas dari tiga kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Maros, Gowa, dan Kabupaten Bone. Wilayah Cindakko terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni Parangluara, Bokkongmata-Kacoci, dan Jakka-Jampua.
Aliran Listrik PLN Masuk ke Cindakko
Sehari harinya masyarakat dusun cindako hanya bertani, beternak dan sebagian ada yang ke hutan untuk mencari madu hutan. Hal ini dikarenakan kondisi wilayah yang jauh dari perkotaan serta susahnya akses transportasi dan listrik di wilayah tersebut. Barulah pada November 2022 listrik dari PLN mulai dirasakan masyarakat dusun Cindakko. Program ini merupakan upaya PLN untuk melistriki desa desa terpencil di Indonesia termasuk wilayah 3T seperti dusun cindakko di Kabupaten Maros.
"Singgahki nak, naik sini dirumah, "seru salah satu warga saat rombongan kami tiba dirumah ketua RT. Saat tiba di dusun Cindakko, hari mulai gelap. Lampu lampu di 4 rumah warga nampak mulai terang.
Di lokasi ini hanya terdapat 4 rumah warga yang nampak, sebagian lagi berada di bukit seberang. Meski demikian petang itu nampak hampir seluruh warga dusun terlihat menyambut kami.
"Baru tiba bu? " Sapa salah seorang warga bernama Indar Rahman, yang membawa setoples kopi untuk diberikan kepada pak RT.
Rupanya pertanian masyarakat Cindakko juga termasuk tanaman kopi. Indar Rahman bercerita jika dulunya mereka hanya bekerja pada siang hari, sebelum masuknya listrik PLN. "Dulu itu susah sekali kita mau cepat kerja kopi ini. Karena kalau sudah pulang kemalaman dari kebun cuma bisa disimpan. Dulu kan kita cuma pakai obor, didalam rumah pakai pelita. Sukur sukur kalau ada yang punya senter, "kenang Indar.
"Sekarang setelah aliran listrik PLN masuk, mulai petang sampai malam itu kami bisa lanjutkan aktifitas. Misalnya biji kopi yang sudah di panen dari kebun, bisa langsung diolah sebagian hingga malam hari. Besoknya bisa di bawa ke pasar untuk dijual, atau dinikmati bersama seperti ini, " ujar Indar menjelaskan kesehariannya bersama petani kopi lainnya.
"Sekarang kita semangat juga panen kopi. Dulu cuma berani bawa 1-2 karung ukuran 10 kg. Sekarang sudah lebih, bisa sampe 5 karung karena sudah bisa dikerja malam sebagian, "tambahnya.
Keberadaan PLN juga dirasakan manfaatnya oleh Naba, warga dusun Cindakko lainnya. Naba yang sehari harinya mencari madu di hutan, mengaku mulai merasakan sedikit peningkatan usahanya. "Kalau dulu kan kita susah mau kerja malam karena tdak ada listrik. Pulang dari hutan biasa sudah magrib, sampai dirumah madunya cuma bisa kita simpan. Besoknya baru kita olah lagi, " ucap Naba.
"Sekarang sudah kurang lebih 3 tahun kita rasakan ini adanya listrik, itu terasa perbedaannya. Sekarang kalau malam kita bisa olah lagi madu yang sudah diambil dihutan itu. Kita tapis lagi sampe bersih supaya bisa dijual besoknya, "tuturnya.
Naba menambahkan, kini penghasilannya dari berjualan madu bisa mencapai Rp.500 ribu sekali panen, dari sebelumnya penghasilan tersebut hanya bisa diperoleh dalam seminggu. "Manfaat listrik ini memang banyak sekali. Kami bersyukur PLN juga bisa masuk di tempat kami yang jauh ini, "ujar Naba.
Hal serupa juga dirasakan Johan, yang sehari harinya bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar. "Dulu kalau anak anak belajar dirumah itu cuma pakai pelita, yang pakai minyak itu. Kadang jga kita pasang obor trus belajar diteras depan." Ujar Johan.
"Sekarang sudah enak selama ada PLN masuk, kalau malam anak anak sudah bisa belajar didalam kamar atau diruang tamu, karena sudah ada lampu, "tambahnya.
PLN Terangi Masa Depan Generasi Muda Cindakko
Manfaat lain yang dirasakan yakni anak anak cindakko bisa belajar mengenal dan menggunakan komputer. Asrul misalnya, murid kelas 4 SD ini mengaku senang bisa belajar lewat komputer. "Biasa saya main game di komputer, biasa juga diajar yang lain, banyak. Biasa juga buka google, "ucap Asrul.
"Kita biasa diajari kakak yang datang disini. Itu dibilang relawan, biasa juga kita diajar membaca, "tambahnya.
Fasilitas komputer yang digunakan anak-anak dusun Cindakko agar dapat melek teknologi, setelah aliran listrik PLN masuk di dusun ini.Orang tua Asrul dulunya tidak pernah bersekolah. Oleh karenanya ia didorong untuk belajar tentang hal dh hooh apa saja yang ada di dusun mereka. "Saya Asnia, mamanya Asrul iye. Saya itu tidak sekolah dulu, iya sampe sekarang sudah punya anak. Makanya itu anakku klo bisa, ya harus sekolah. Karena ternyata bagus itu kalau bisaki membaca, "ujar Asnia terharu.
Ia juga merasa terbantu dengan adanya penerangan di rumahnya, baginya segala pekerjaan rumah menjadi sedikit ringan. "Bagus karena bisa kasian di setrika sedikit itu bajunya anak anak kalau pergi sekolah, "tambahnya.
Penantian yang Cukup Lama
Sementara itu Kepala Dusun Cindakko, Sulaeman kepada rri menuturkan, masuknya Listrik PLN di dusun Cindakko memberi banyak manfaat bagi masyarakat setempat. "Keberadaan PLN tentu yang paling kami nanti nantikan. Siapa yang tidak ingin menikmati penerangan, "ujar Sulaeman.
"Dengan adanya penerangan dari PLN seperti ini, kami jadi tenang. Kenapa, tidak khawatir lagi dengan anak istri dirumah karena tidak gelap mi. Hasil sawah dan ladang juga bisa disimpan dan diolah dengan baik. Jadi banyak manfaatnya, " tambahnya.
Kehadiran PLN di dusun Cindakko, Lanjut Sulaeman tidak lepas dari peran semua pihak baik unsur desa dan kecamatan serta pemerintah daerah kabupaten Maros. Wilayah 3T yang kadang terlupakan kini mulai menikmati aliran listrik yang memadai.
Komitmen PLN Terangi Wilayah Indonesia
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, Edyansyah mengungkapkan, PLN UID Sulselrabar terus berkomitmen menghadirkan terang hingga ke seluruh pelosok Sulawesi Selatan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui berbagai program elektrifikasi pedesaan dan percepatan desa berlistrik, PLN secara bertahap telah berhasil mengaliri listrik ke sebagian besar wilayah 3T di Sulsel.
"Hingga saat ini, rasio elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan telah mencapai 99,99%, menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat sudah menikmati akses listrik yang andal dan berkelanjutan. Namun, masih terdapat beberapa titik kecil di wilayah sangat terpencil dan terisolasi, seperti pulau-pulau kecil dan daerah pegunungan yang masih menjadi fokus PLN untuk segera dilistriki. Data tersebut terus diperbarui melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan aparat setempat, "ungkap Edyansyah Senin (20/10/2025).

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, Edyansyah
Dikatakan, tantangan utama dalam melistriki wilayah 3T terletak pada aksesibilitas dan kondisi geografis. "Banyak desa berada di lokasi yang sulit dijangkau, seperti daerah kepulauan atau pegunungan yang jauh dari jaringan listrik eksisting. Hal ini yang kemudian berdampak pada proses mobilisasi material, peralatan, maupun tenaga kerja, "tambahnya.
Selain itu, PLN juga perlu memperhatikan aspek keamanan jaringan dan ketahanan sistem, terutama di wilayah rawan cuaca ekstrem dan bencana. "Meski demikian, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, PLN terus mencari solusi inovatif seperti SuperSUN yaitu pemanfaatan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT), untuk mempercepat pemerataan listrik di kawasan 3T, "ujarnya.
Edyansyah juga menuturkan, hingga saat ini, PLN UID Sulselrabar telah berhasil melistriki lebih dari 99% desa 3T di wilayah kerja Sulawesi Selatan. Sejumlah desa yang sebelumnya gelap kini telah menikmati terang berkat program Listrik Desa (Lisdes), Ekspedisi Terang Negeri, dan kolaborasi lintas instansi.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk terus menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. "Upaya ini tidak hanya menyalakan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mendorong pendidikan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pelosok Sulsel, "tutupnya.
"Mewakili warga dusun Cindakko tentu kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya untuk PLN yang sudah mau membawa terang di dusun kami. Semoga kedepan perekonomian masyarakat disini bisa lebih baik lagi, bisa lebih maksimal lagi, dan anak - anak juga bisa sekolah tidak hanya sampai SD tapi bahkan sampai sarjana nanti, " ucap kadus Cindakko, Sulaeman saat menutup wawancaranya bersama RRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....