Filosofi Naskah Bugis Pappasengna Puang Ri Maggalatung

  • 26 Jun 2025 11:04 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar : La tadampere puang ri maggalatung merupakan tokoh bugis yang menjadi Arung Matoa Wajo ke-4 dari kerajaan wajo yang dipilih secara musyawarah oleh masyarakat kerajaan wajo. Selain sebagai seorang pemimpin, beliau juga merupakan salah seorang filosof yang pemikirannya banyak di gunakan oleh masyarakat bugis.

Dilansir Naskah Aspek Transendental dalam pappasengna puang ri maggalatung dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi selatan. Salah satu kumpulan pemikiran yang masih dapat di temui adalah naskah tentang pappasenna (pesan) puang Rimaggalatung.

Naskah tersebut merupakan salah satu karya sastra masyarakat bugis.

Menurut Abrams Karya sastra diciptakan pengarang hanyalah berupa alat atau sarana untuk menyampaikan pendidikan. Konsep ini memandang bahwa karya sastra yang banyak memuat nilai atau tujuan yang bermanfaat bagi pembaca dianggap sebagai karya yang baik. Lewat karya sastra pengarang mempunyai maksud dan tujuan tertentu kepada para khalayak, tujuannya adalah agar penikmat sastra dapat mengenal budaya masyarakat.

Pappsenna puang ri maggalatung mengandung pandangan yang dapat digunakan dalam menjalani kehidupan sehari - hari, salah satu yang di temukan adalah sikap tangguh dalam berjuang menghadapi kesulitan. Pappaseng puang ri maggalatung yang menjadi sumber kekuatan adalah "Makkedai Puang ri maghalatung, lempuk na acca iana ritu made eng ri paraddeki ri watakkale. Iana ritu temnaserang dewata seuae. Na is riaseng e acca Iana ritu mita e munri gauk. Na is napogauk engkapi madeceng napogauk matti jakna riko. (Sikki : 1995:137)

Terjemahan : Kata puang rimaggalatung bahwa kejujuran dan kepandaian itulah yang patut di tanamkan pada diri kita. Itulah yang patut di tanamkan pada diri kita. Itulah yang mempersatukan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Yang di sebut pandai ialah kemampuan melihat akibat dari suatu tindakan. Dan yang di lakukan hanyalah yang mendatangkan kebaikan itulah yang di kerjakan. Jika tidak baik, janganlah kau lakukan karena kejahatannya akan kembali kepadamu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....