Ungatawwa Handmade, Rajutan Ibu Rumah Tangga Tembus Pasar Internasional
- 03 Mar 2025 12:22 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Sudah lima tahun ini Tenripakkua Bungawalia menjalankan bisnis kriya seni handmade atau rajutan yang diberi nama Ungatawwa Handmade. Bisnis yang dijalankan Unga -sapaan Tenripakkua Bungawalia ini memproduksi berbagai macam aneka kerajinan rajut dari boneka, tas, hingga aksesoris.
Unga menjalankan bisnis kriya ini dimulai dari hobi merajut, yang diperkuat dengan bergabung dengan komunitas perajut di Makassar. Dari hobi tersebut, Unga menyalurkan ilmu yang telah didapatkannya melalui lokakarya merajut menggandeng instansi pemerintahan dan swasta.
Hanya saja kegiatan workshop yang rutin dilakukan oleh Unga harus berakhir pada tahun 2020 di mana terjadi Pandemi. Unga tak lagi bisa memberikan kelas, sehingga memutuskan banting setir untuk memproduksi kerajinan rajut, dan lahirlah jenama Ungatawwa Handmade.
Setelah banting setir, bisnis yang dijalankan oleh Unga ini terus berkembang hingga saat ini. Tidak hanya bisnis yang berkembang dengan baik, Unga juga memberikan penghasilan tambahan kepada ibu rumah tangga, janda, hingga remaja putus sekolah.
"Ungatawwa Handmade punya komitmen untuk memberdayakan masyarakat sekitar dalam pengembangan bisnis. Sehingga untuk membuat kerajinan rajut melibatkan ibu rumah tangga, janda, dan anak putus sekolah," kata Unga ditemui di workshopnya di Jl. Daeng Tata 1 Komp. Depag Tabaria Blok A4 No. 9 Makassar, Rabu (5/2/2025).
Dikatakan oleh Unga, dari hasil kerajinan rajut yang diproduksi oleh ibu rumah tangga itu tidak hanya untuk pasar tingkat nasional akan tetapi sudah menembus pasar internasional. Salah satu yang dilakukan oleh Unga untuk memperkenalkan jenamanya dengan rutin ikut pameran.
"Kami sering mengikuti pameran, dari Solo, Jogja, hingga Thailand. Bahkan sudah melakukan eksport ke Australia, Madagaskar, dan Benin,” ujar Unga.
Kata Unga salah satu hasil produksi Unggatawwa Handmade yang banyak disukai adalah boneka Amigurumi. Bahkan saat mengikuti pameran, boneka Amigurumi menjadi paling banyak dicari dari sekian banyaknya hasil rajutan yang diproduksi.
Saat ini Ungatawwa Handmade memproduksi sekitar 15 item rajutan. Untuk aksesoris kata Unga dalam sebuhan bisa diproduksi sebanyak 1000 pcs, sementara untuk tas hingga 20 pcs dalam sebulan. "Untuk boneka Amigurumi dalam sehari bisa selesai produksi," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk harga jual dari rajutan yang dibuat oleh Ungatawwa Handmade mulai dari harga Rp20 ribu hingga Rp2 juta.
/uknkivvoaw0vaau.jpeg)
Salah satu hasil produksi Unggatawwa Handmade yang banyak disukai adalah boneka Amigurumi. (rri.co.id/Aan Ariska)
Kenangan Ibu Disetiap Rajutan
Saat ibu Unga meninggal dunia, Ia sempat memutuskan untuk berhenti untuk merajut, hanya saja dirinya kemudian mengambil sikap untuk tetap merajut agar ada kenangan dirinya dengan ibunya.
Kata Unga, Ibunya berasal dari Yogyakarta dan ayahnya berasal dari Bone, saat memutuskan untuk tinggal di Makassar, ibu Unga tidak punya keluarga (dari Yogya) hingga akhir hayatnya. "Jadi untuk ibu tetap ada didekat saya maka rajutan ini tetap berlanjut. Saya butuh kenangan dengan ibu," jelasnya.
Unga juga mengatakan, dirinya diajari merajut oleh ibunya, dimana dia menyebut ada dalam tradisi keluarga ibunya mewariskan baju rajutan untuk anak perempuan sebelum menikah. Tidak hanya itu, kisah dirinya merajut sempat dibuat menjadi sebuah film dengan judul 'Stands of Memory'.
Dukungan BRI untuk Ungatawwa Handmade
Unga sebagai pemilik Ungatawwa Handmade mengatakan jika dirinya masuk menjadi binaan dari Bank BRI melalui Rumah BUMN bermula pada tahun 2021 silam. Bahkan melalui BRI Unga dalam membesarkan usahanya mengambil pinjaman Kredit Usaha Rakyat senilai Rp100 juta.
Selama bergabung dalam binaan BRI, melalui Rumah BUMN Unga mengaku mendapat banyak manfaat, salah satunya diadakan pelatihan setiap pekan, bahkan tidak hanya menjadi peserta, namun juga menjadi pembicara dan berbagi kisah dengan binaan lainnya.
/4zm93s7a4fmn5fy.jpeg)
Aksesoris yang diproduksi oleh ibu rumah tangga di Ungatawwa Handmade. (rri.co.id/Aan Ariska)
Project Leader Rumah BUMN Makassar Ayu Anisela mengatakan, untuk menjadikan pelaku usaha agar bisa berkembang dri Rumah BUMN rutin melaksanakan kelas bisnis maupun kelas praktik. "Ini bertujuan untuk mengupgrade ilmu terkait kewirausahaan dari hulu sampai hilir," jelas Ayu.
Tak hanya itu, pelaku UMKM seperti Unga juga berkesampatan untuk menampilkan karya UMKM dalam pameran hingga mampu memperluas pasar dan bersaing di pasar dunia melalui Program Expo(rt) Brilianpreneur. Khusus untuk Ungatawwa Handmade, ini adalah UMKM binaan Rumah UMKM BRI Makassar yang berhasil menembus pasar internasional.
Lebih lanjut kata Ayu Sejak 2021, jumlah anggota komunitas binaan Rumah UMKM BRI Makassar terus bertambah, dari sekitar 300 orang menjadi lebih dari 1.000 anggota. Sektor F&B masih mendominasi dengan kontribusi 70% dari berbagai jenis usaha yang ada.
Menjelang Ramadan, Rumah UMKM BRI Makassar mengadakan serangkaian kegiatan, seperti workshop kriya dan Bazar Ramadan. “Kami ingin menciptakan suasana Ramadan yang meriah dengan mengajak berbagai komunitas untuk berpartisipasi,” jelas Ayu.
Rumah UMKM BRI Makassar terbuka untuk umum, baik yang sudah memiliki usaha maupun yang baru ingin belajar kewirausahaan. “Siapa pun bisa bergabung. Cukup datang, daftar, dan akan kami masukkan ke grup untuk mendapatkan informasi seputar pelatihan, program, dan bazaar,” tutup Ayu.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....