Dari Tali Pusar Menuju World Class University

  • 31 Jan 2025 21:02 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Tidak terhitung upaya dan strategi yang dilakukan Universitas Hasanuddin, Makassar dalam mewujudkan mimpi besarnya membawa Unhas menuju World Class University (WCU) sekaligus bersaing secara nyata dengan universitas-universitas ternama dunia. Mulai dari kesepakatan kerja sama tridharma pendidikan yang fokus pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset dan penelitian dengan berbagai pihak, baik sesama instansi pendidikan atau kampus, lembaga swasta hingga pemerintahan dari dalam dan luar negeri, semua itu telah dijalankan dengan sukses.

Tidak cukup penguatan kolaborasi dan kerja sama, Kampus Merah juga secara rutin menghadirkan narasumber-narasumber kompeten untuk memberikan arahan, gagasan ataupun ide sehingga apa yang telah dicita-citakan sejak dulu untuk menjadi kampus yang dipandang dunia dapat terwujud. Sebut saja diantaranya Kepala BPOM Taruna Ikrar yang sengaja diundang menjadi keynote speaker pada kuliah pakar bertajuk “Riset dan Inovasi Menuju World Class University” di Baruga Baharuddin Lopa, Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin Makassar, pada 12 Desember 2024.

Begitu pun saat mendatangkan Ketua Tim Adhoc World Class University Dewan Pendidikan Tinggi Ditjen Diktiristek, Prof Akhmaloka PhD, untuk memberikan pelatihan kepemimpinan menuju universitas berkelas dunia di pada 1-3 Oktober 2024. Dalam hal kolaborasi, Unhas melalui Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin bersama Celltech Stem Cell Center Vinski Tower Jakarta, telah melaksanakan prosesi launching Celltech Stem Cell Centre di RS Unhas, Makassar pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Setelah proses peluncuran di Gedung A Lantai 6 RS Unhas, maka rumah sakit tersebut kini resmi membuka layanan stem cell therapy atau terapi sel punca. Bahkan membuka pula layanan penyimpanan bagi masyarakat yang ingin menyimpan tali pusat anaknya dijadikan sel punca untuk berbagai penyakit pada saat dibutuhkan nanti. Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Jamaluddin Jompa MSc, mengatakan," Unhas sebagai pusat inovasi tentu siap menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi kesehatan yang berkemajuan," ujarnya.

"Untuk itu, rumah sakit yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 11 Makassar itu kini fokus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Riset dan penelitian juga terus diperkuat dan ditingkatkan agar pengobatan pasien dapat berjalan maksimal dengan dukungan teknologi modern." Ungkapnya lagi.

Sementara Direktur Celltech Stem Cell Center Vinski Tower Jakarta, Prof Deby Vinski, mengatakan telah menjalin MoU dengan beberapa perguruan tinggu terkemuka di Italia, " kerjasama dengan Università degli Studi "G.d'Annunzio" CHIETI-Pescara Itali dan Leonardo Da Vinci University Roma. Inti dari kolaborasi ini untuk penguatan riset inovatif di bidang stem cell, teknologi organ printing, serta terapi genetik," tuturnya.

Selain kolaborasi bersama universitas ternama, CSC Vinski Tower Jakarta juga bekerja sama dengan lembaga penelitian di berbagai negara maju seperti Swiss, Italia, Jerman, Dubai, dan lainnya. Hanya saja teknik stem cell di Indonesia dan negara barat cukup berbeda. Misalnya di Swiss justru lebih modern lagi karena telah menggunakan sel dari embrionik hewan yang tentu saja terlarang diadopsi di Indonesia.

Melalui kolaborasi bersama kampus dan pusat penelitian diberbagai belahan dunia, membuat nama Unhas secara langsung ataupun tidak juga ikut terangkat di mata internasional. Alasannya karena menjadi salah satu kampus yang juga turut menyediakan layanan terapi sel pada RS pendidikannya. Dengan kolaborasi CSC Vinski Tower bersama sejumlah pusat penelitian besar dan terpercaya dunia, sekaligus menjadi jalan bagi Unhas untuk semakin mengangkat pamornya sebagai kampus berkelas internasional.

Dalam menjaga momentum itu, Prof Deby sebagai The Queen of Antiaging & Stem Cell ini turut mendorong penguatan riset dan penelitian para dokter khususnya spesialis ortopedi di Unhas. Dirinya mengakui penelitian tidak dapat berjalan maksimal jika belum membuka layanan terapi sel punca di rumah sakit tersebut sehingga apa yang telah dicapai hari ini harus menjadi titik awal menuju kampus berkelas internasional.

Dukungan sumber daya manusia dengan kesiapan para dokter ortopedi yang dimiliki RS Unhas tentu tidak akan kesulitan menjalan bisnis stem cell tersebut. Vinski Tower Jakarta juga telah menyiapkan segala sesuatunya termasuk proses pengiriman bahan baku ke Makassar ataupun pengiriman tali pusat ke Jakarta."Jadi RS Unhas silahkan jalan. Untuk layanan tali pusar disimpan di tempat pendingin, suhunya juga minus 4 saja, tidak terlalu tinggi. Untuk pengiriman ke Jakarta tidak masalah menggunakan pesawat karena kami memiliki teknologi kuantum," ujarnya.

Prof Deby, mengatakan perawatan terapi sel punca berguna untuk menyembuhkan lebih 80 jenis penyakit dengan lebih dari 35.000 transplantasi, "Mulai dari autism spectrum disorder, prader willy syndrome, gangguan ginjal, penyakit jantung, autoimun, kelainan darah, luka bakar, downsyndrome, stroke, osteoarthritis, menopause, liver disease, spinal, cerebral palsy, diabetes, serebral palsi, dementia, Parkinson, penyakit liver hingga kelainan orthopedis,"ungkapnya.

"Terapi sel punca bisa mengobati banyak penyakit kronis, seperti strok yang dialami bapak saya yang tidak bisa jalan. Secara normal tidak mungkin jalan lagi apalagi dia juga diabetes," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....