Tambahan Pupuk Subsidi, Wujudkan Asa Peningkatan Kakao Luwu utara

  • 30 Jan 2025 08:38 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Kakao adalah salah satu komoditas andalan di Luwu Raya, yang meliputi Kab.Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, dan Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Produksi kakao di wilayah ini merupakan salah satu penyumbang terbesar di Indonesia. Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal itu, kamipun menuju salah satu Desa di Lutra yang di dominasi petani kakao. Desa Batualang, Kecamatan Sabbang Selatan, Kab.Lutra. Disana kami bertemu Albar, seorang penyuluh pertanian. "Luas lahan coklat di sini mencapai puluhan ribu hektar karena hampir semua masyarakat menanam kakao," ujarnya. Namun, pada 2018, banyak petani menebang pohon kakao mereka karena harga anjlok hingga Rp35.000 per kg dan sulitnya mendapatkan pupuk,” ungkap Albar.

Albar, Penyuluh pertanian di Desa Batualang Kec. Sabbang Selatan Kabupaten Luwu utara

Kami kemudian mengunjungi pengepul kakao, Nasir. Ia mengatakan bahwa musim panen hampir selesai, tetapi petani masih berdatangan menjual hasil panen mereka. "Kami membeli kakao basah seharga Rp45.000 per kg, sedangkan kakao kering bisa mencapai Rp160.000 per kg," jelas Nasir. Dalam sehari, ia bisa mengumpulkan ratusan kilogram biji kakao mentah. Dari pengakuan Nasir, bisa dipastikan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi kakao mulai membuahkan hasil.

Nasir ( baju biru) salah satu pengusaha yang sehari harinya membeli coklat/kakao dari petani di desa Batualang

Pemerintah, melalui PT Pupuk Indonesia, meningkatkan alokasi pupuk subsidi untuk Sulawesi Selatan pada 2025. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa Kab. Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur mendapatkan tambahan pupuk subsidi tiga kali lipat. "Pemerintah ingin fokus meningkatkan produksi kakao di daerah ini," ujarnya, Jumat (17/1/2025) di Makassar. Sementara itu Senior Manager PT Pupuk Indonesia Wilayah Sulampua, Sukodim, menyebut penyaluran pupuk subsidi pada januari 2025 sudah sebanyak 21.237 ton. Sementara untuk pupuk NPK Kakao tahun ini dialokasikan sebanyak 39.250 ton.

Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi saat menghadiri Rapat koordinasi bidang pangan provinsi sulsel 2025 di rujab Gubernur Sulsel.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian Luwu Utara, Made Sudana, menyampaikan bahwa petani kini membeli pupuk melalui aplikasi iPubers dengan verifikasi KTP.”jadi petani tinggal bawa KTP, didata lewat apilkasi setelah itu pupuknya bisa dibawa pulang, “tutur made. Ditanya soal pupuk subsidi, Made menyebut, “ untuk NPK kakao tahun ini kami dapat 6.380 ton dan tambahan pupuk organik sebesar 5.244 ton.

Dinas pertanian Kab. Luwu utara saat melakukan pengecekan distribusi pupuk di kecamatan Mappadeceng

Salah satu petani kakao yang sedang membeli pupuk subsidi pada salah satu distributor pupuk di Kecamatan Mapadeceng kab. Luwu utara

Sementara itu, Bayu, seorang petani kakao dari Desa Kalotok, menyambut baik tambahan pupuk subsidi ini. “ Semoga tidak ada lagi kelangkaan pupuk, karena sebelumnya kami sering kesulitan mendapatkannya," harapnya. Ia juga meminta pengawasan lebih ketat agar distribusi pupuk dapat berjalan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....