Klenteng Vihara Ibu Agung Bahari Kota Makassar dan Sejarahnya

  • 28 Jan 2025 15:25 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Salah satu dari sekian banyak Klenteng di Kota Makassar adalah Klenteng Vihara Ibu Agung Bahari yang terletak di Jalan Sulawesi nomor 41-43. Klenteng ini juga sebagai salah satu cagar budaya dan saksi sejarah masuknya Agama Budha di kota Makassar. Sekaligus sebagai tempat bersembahyang warga keturunan Tionghoa.

Saat pengunjung bahkan wisatawan yang akan masuk ke Klenteng Vihara Ibu Agung Bahari ini kita akan di sambut dua prasasti besar warna merah yang berdiri kokoh sebagai tanda bahwa sudah 2 kali Vihara Ibu Agung Bahari ini di renovasi. Dan juga di atas pintu gerbang masuk terdapat 2 ekor patung naga besar yang saling berhadapan. Dan tentu saja ornamen-ornamen khas Tionghoa dengan balutan warna emas dan merah.

PMy Hemajayo Thio selaku Seksi Kerohanian Vihara Ibu Agung Bahari sekaligus sejarawan berkasih bercerita pada abad 16-17 para pedagang dari Tiongkok itu datang ke Indonesia. "Kira-kira di tahun 1738 ada seseorang yang bermarga Lie membangun Klenteng Maco yang menurut sejarah 100 tahun sebelumnya Klenteng Maco ini sudah ada dan berdiri megah di jalan Ahmad Yani kota Makassar ketika VOC berkuasa. Kemudian Klenteng inipun berpindah ke jalan sulawesi nomor 41-43 sampai skarang ini." Ujarnya.

Kemudian lanjut PMy Hemajayo, Pada tahun 1997 atas kebijakan pemerintah yang di akui ada 5 Agama dan salah satunya adalah Agama Budha. "Otomatis Klenteng pun berubah menjadi Vihara. Dimana sebelumnya Klenteng Macopo akhirnya berubah menjadi Vihara Ibu Agung Bahari." Ucapnya.

Namun dii tahun yang sama terjadi kerusuhan di Kota Makassar dan Vihara Ibu Agung Bahari pun termasuk salah satu sasaran kerusuhan pada saat itu. Sehingga mengakibatkan kebakaran yang menghanguskan sebagian besar bangunan kecuali di bagian gerbang dan sisi kiri Vihara yang tidak ikut terbakar.

"pada tahun 2003 atas inisiatif Bapak Sudibyo Aliman yang juga sebagai Ketua Yayasan menghimpun dana sukarela, sehingga Vihara Ibu Agung Bahari pun di bangun kembali dengan 4 lantai di Jalan Sulawesi perempatan jalan serui. " Tuturnya.

Sekarang Vihara Ibu Agung Bahari selain sebagai tempat Ibadah Agama Budha juga di gunakan sebagai situs sejarah bagi masyarakat umum juga bagi mahasiswa yang ingin mengenal sejarah vihara tersebut. Sementara di atas Vihara di bangun Patung Ibu Agung Bahari Ratu Langit berwarna putih menghadap ke laut sebagai simbol sekaligus penanda bahwa selalu ada bantuan dan perlindungan bagi nelayan ketika ada bahaya di laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....