Produksi Telur BUMDes Barat Lambongan Kini Capai 1.000 Telur Sehari
- 21 Sep 2026 11:05 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Kepulauan Selayar — Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar meninjau usaha peternakan ayam petelur Tanjung Harapan yang dikelola BUMDes Desa Barat Lambongan, Kecamatan Bontomatene, Minggu, 20 September 2026. Saat ini terdapat sekitar 1500 ekor ayam dengan produksi mencapai 900 -1000 butir telur per hari.
Kepala Desa Barat Lambongan, Alimuddin Membeberkan, usaha tersebut dikembangkan melalui penyertaan modal desa kepada BUMDes sekitar Rp100 juta. Sementara lokasi peternakan dikerjasamakan dengan pemilik lahan yang sekaligus diberdayakan dan dipekerjakan dalam pengelolaan peternakan tersebut.
“Insyaallah ke depan kami akan menambah jumlah ayam. Masih ada satu kandang yang kosong, sehingga kapasitas produksi masih bisa kita tingkatkan,” ujarnya.
Pengelola peternakan, Ardi Sumardi, mengatakan saat ini terdapat sekitar 1500 ekor ayam dengan produksi mencapai 900 -1000 butir telur per hari. Hasil produksi tersebut salah satunya dipasok ke SPPG Buki sebanyak 5.000 butir per minggu dengan harga Rp50 ribu per rak. Sementara kotoran ayam dimanfaatkan sebagai pupuk.
Ardi mengaku, sebelum adanya penyerapan produksi untuk kebutuhan SPPG, pemasaran telur menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak.
“Alhamdulillah, berkat arahan Bupati agar SPPG memanfaatkan produksi masyarakat lokal, kami sekarang punya pasar yang lebih jelas.
Sebelumnya kami cukup kesulitan memasarkan telur. Kami harus mencari pembeli sendiri, bahkan sampai ke pulau-pulau,” ungkapnya.
Menurut Ardi, penyerapan produksi lokal tersebut memberikan kepastian pasar sekaligus membuka peluang bagi peternak untuk meningkatkan usaha.
Sekretaris Daerah Andi Abdurrahman mengapresiasi pengembangan peternakan tersebut karena tidak hanya menjadi usaha produktif desa, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu sebanyak mungkin dipenuhi dari potensi produksi masyarakat Selayar.
“Ini yang harus kita dorong. Dana yang berputar melalui program MBG jangan sampai seluruhnya keluar daerah. Kalau kebutuhan telur dan bahan pangan lainnya bisa dipenuhi oleh peternak dan pelaku usaha lokal, maka uangnya tetap berputar di Selayar, masyarakat mendapatkan manfaat, dan ketahanan pangan kita semakin kuat,” ujarnya.
Sekda juga mendorong desa-desa lainnya untuk mengembangkan usaha produktif sesuai potensi masing-masing.
“Ini harus menjadi contoh bagi desa lainnya. Dana desa tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga bisa menjadi modal usaha produktif yang menghasilkan, memperkuat ketahanan pangan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Tak sekadar meninjau, Sekretaris Daerah turut memanen telur secara langsung. Satu per satu telur dikumpulkan dari kandang, melihat dari dekat aktivitas peternakan yang kini menjadi salah satu usaha produktif BUMDes Desa Barat Lambongan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....