Pesanan Online Melambat, dampak Antrean BBM di SPBU

  • 13 Sep 2026 17:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap aktivitas pelaku usaha kuliner di Kota Makassar. Salah seorang pelaku usaha yang merasakan dampak tersebut adalah Owner Kedai Pak Bur, Fakra. Ia mengaku antrean BBM selama tiga hari terakhir turut memengaruhi jumlah pelanggan yang datang makan langsung di kedainya.

Dikatakan, penurunan omzet terlihat dari berkurangnya pelanggan yang biasanya datang dan makan di tempat. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketergantungan pelanggan terhadap layanan pesan antar. “Betul, ada dampak dari antrean BBM selama tiga hari ini terhadap usaha saya di Kedai Bur. Sangat berdampak pada omzet yang biasanya ramai untuk makan di tempat, sekarang penurunannya mencapai 10 persen dalam tiga hari terakhir,” kata Fakra, Minggu, 13 September 2026.

Fakra mengatakan dalam tiga hari terakhir sebagian besar transaksi yang masuk ke kedainya berasal dari pesanan secara online. Namun, kondisi antrean BBM juga turut memengaruhi kelancaran layanan pesan antar.

Sejumlah pesanan bahkan mengalami keterlambatan karena pengemudi ojek online (ojol) harus mengantre BBM terlebih dahulu. Situasi tersebut membuat proses pengambilan dan pengantaran makanan kepada pelanggan menjadi lebih lambat.

Menurutnya, keterlambatan tersebut tidak hanya terjadi karena pengemudi sedang mengantre BBM, tetapi juga karena sebagian ojol memilih tidak mengambil pesanan ketika harus keluar dan kembali mengantre BBM. “Dan ada beberapa memang yang terjadi pembatalan pesanan karena ojolnya sementara antre BBM, atau ojolnya lama mengantar pesanan customer. Kadang-kadang ada juga yang malas terima pesanan karena harus keluar antre BBM, sehingga terjadi perlambatan penjemputan dan ada juga yang cancel dari pihak ojolnya,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kuliner harus menghadapi dampak berlapis. Di satu sisi, jumlah pelanggan yang datang langsung ke kedai menurun, sementara di sisi lain layanan pesan antar yang menjadi alternatif juga mengalami hambatan.

Fakra berharap persoalan antrean BBM dapat segera teratasi sehingga mobilitas masyarakat kembali normal. Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelanggan untuk makan di tempat maupun menggunakan layanan pesan antar diharapkan kembali berjalan lancar.

Sementara itu, hal yang sama juga dirasakan Owner Lapisan Rasa Itu, Amanda yang setiap minggunya berjualan di kegiatan Car Free Day (CFD). Amanda mengaku omsenrya berkurang 20 hingga 30 persen. "Dampak antrean BBM cukup terasa karena melihat antusias masyarakat ke CFD tadi berkurang. Biasanya jam 07.00 sampai 09.30 WITA masih ramai, tapi tadi jam 08.00 sampai 09.00 WITA sudah sepi dan jalanan sudah lowong,” tutup Amanda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....