Founder Terima Kasih Kopi: Kita Bukan Siapa-siapa tanpa Petani

  • 23 Agt 2026 19:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Memasuki usia lima tahun, Terima Kasih Kopi tidak hanya merayakan perjalanan bisnisnya, tetapi juga menyoroti pentingnya keberadaan petani dalam ekosistem perkopian. Hal tersebut disampaikan Founder Terima Kasih Kopi, Awi, dalam momentum ulang tahun ke-5 kafe yang digelar pada 23 Agustus 2025.

Awi mengungkapkan rasa syukurnya karena Terima Kasih Kopi masih mampu bertahan di tengah semakin banyaknya coffee shop yang bermunculan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus bagian dari perkembangan industri kopi di Kota Makassar.

Namun, Awi tidak melihat bertambahnya jumlah coffee shop sebagai sesuatu yang harus dipandang negatif. Ia justru menilai semakin banyaknya pelaku usaha kopi dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekosistem perkopian di Makassar.

“Di tengah gempuran berjamurnya coffee shop, kami bersyukur masih bisa bertahan. Tapi kami juga merasa kalau makin banyak, ya itu juga hal yang baik untuk ekosistem perkopian di Kota Makassar,” ujar Awi kepada RRI Makassar.

Menurutnya, perkembangan bisnis kopi seharusnya tidak berhenti pada pertumbuhan coffee shop. Para pelaku usaha juga perlu mengingat pihak yang berada di bagian awal rantai industri kopi, yakni petani.

Awi mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya menikmati hasil bisnis dari kopi, tetapi juga memberikan apresiasi kepada para petani yang menghasilkan bahan baku tersebut. Ia menilai keberadaan petani merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari industri kopi.

“Jangan lupa, jangan hanya membuat coffee shop saja, tapi juga berterima kasih kepada petani. Jangan cuma menikmati uangnya saja, tapi juga harus berterima kasih kepada petaninya, karena kita bukan siapa-siapa tanpa petaninya,” kata Awi.

Pesan tersebut sejalan dengan tema ulang tahun ke-5 Terima Kasih Kopi, yakni “PU5H KEBIKEAN” atau “Terima Kasih untuk Kebaikan”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah usaha tidak hanya dibangun oleh pemilik dan pekerjanya, tetapi juga oleh banyak pihak yang berada di dalam ekosistemnya.

Dalam kesempatan yang sama, Awi juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan Terima Kasih Kopi yang disebut “Teman Terkasih”. Ia berterima kasih kepada mereka yang telah memberikan dukungan sejak Terima Kasih Kopi memulai perjalanannya hingga memasuki tahun kelima.

“Banyak terima kasih untuk Teman Terkasih yang sudah selalu support Terima Kasih Kopi dari hari pertama. Terima Kasih Kopi bukan siapa-siapa tanpa kalian, that’s it,” ujar Awi.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari refleksi Terima Kasih Kopi di usia lima tahun. Bagi Awi, keberlangsungan sebuah coffee shop tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bertahan dalam persaingan, tetapi juga oleh hubungan dengan pelanggan, petani, komunitas, dan seluruh ekosistem kopi yang mendukungnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....