Pemberdayaan Penyandang Disabilitas melalui Inovasi Kerupuk Selada

  • 13 Agt 2026 15:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Inovasi dalam mengolah hasil pertanian terus berkembang di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Salah satu inovasi tersebut hadir melalui produk kerupuk berbahan dasar selada yang tidak hanya menawarkan cita rasa yang berbeda, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut di ungkapkan Isman Muhlis, S.Sos., S.Pd., M.Pd - Founder Greenda (Kerupuk Selada) dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar edisi Rabu, 12 Agustus 2026.

Isman mengatakan bahwa usaha tersebut mulai dirintis pada 2024 sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan penyandang disabilitas. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemandirian sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Isman menjelaskan bahwa usaha tersebut berlokasi di Desa Bontobulaeng, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. Menurutnya, kondisi masyarakat di desa tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya ide untuk mengembangkan produk berbahan dasar selada.

"Di kampung kami, masih banyak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, yang belum mengetahui cara mengolah selada. Berbeda dengan masyarakat di perkotaan yang sudah terbiasa mengonsumsi selada”, ujarnya.

Pada awalnya, hasil panen selada dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat setiap hari Jumat. Masyarakat diberikan kebebasan untuk mengolah selada sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Dari kegiatan tersebut, muncul berbagai ide pengolahan selada yang kemudian menjadi inspirasi dalam mengembangkan produk kerupuk. “Melihat potensi besar di Desa Bontobulaeng yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Di sisi lain, terdapat cukup banyak penyandang disabilitas yang masih merasa kurang percaya diri untuk terlibat dalam kegiatan produktif,” ucapnya.

Melalui program tersebut, Isman berupaya membangun rasa percaya diri para penyandang disabilitas agar mampu berkarya dan hidup secara mandiri. Usaha tersebut berada di bawah naungan Jerak Lumafm.

Sementara itu, produk kerupuk selada yang dikembangkan diberi nama "Greenda", yang merupakan singkatan dari kata "green" yang berarti hijau dan "da" yang merujuk pada selada. Nama tersebut dipilih untuk menggambarkan identitas produk yang berbahan dasar selada hijau.

Isman menambahkan dalam proses budidaya, Ia menerapkan sistem hidroponik sehingga selada ditanam tanpa menggunakan media tanah. Menurutnya, metode tersebut mampu menghasilkan tanaman yang lebih bersih dan terjaga kualitasnya.

"Kami selalu menjaga kebersihan karena kebun yang kami kelola menjadi sumber utama bahan baku produk yang kami kembangkan,” katanya.

Lebih lanjut Isman menambahkan perjalanan mengembangkan kerupuk selada tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga konsistensi rasa dan kerenyahan produk.

Ia mengakui bahwa proses penentuan takaran bahan menjadi kendala utama, terutama karena proses produksi melibatkan penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan lebih intensif. “Pada tahap awal, berbagai percobaan sering kali mengalami kegagalan karena belum adanya standar takaran yang terdokumentasi dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut, Isman menerapkan sistem pencatatan dalam setiap proses produksi”, jelasnya.

Melalui pencatatan tersebut, setiap komposisi bahan dapat terdokumentasi dengan baik sehingga proses produksi menjadi lebih terukur dan kualitas produk dapat dipertahankan. Menurutnya, inovasi dan pemberdayaan harus berjalan beriringan agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Pungkas Isman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....