Tenteng Malino, Jejak Manis Kuliner Tradisional Khas Sulawesi Selatan
- 09 Jul 2026 09:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Tenteng Malino menjadi salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan yang hingga kini masih digemari masyarakat dan wisatawan. Kudapan manis asal Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa ini dikenal dengan cita rasa khas perpaduan kacang tanah sangrai dan gula merah.
Dilansir dari sokolahpedia.com, Tenteng Malino dibuat dari bahan sederhana, yakni kacang tanah yang disangrai kemudian dicampurkan dengan gula merah yang telah dimasak hingga mengental. Adonan tersebut selanjutnya dibentuk dan dipotong menjadi bagian-bagian kecil sehingga mudah dinikmati sebagai camilan.
Sebelum dikenal dengan nama Tenteng Malino, makanan ini lebih dahulu disebut masyarakat sebagai Baje Canggoreng. Dalam budaya Bugis-Makassar, kata baje merujuk pada makanan manis berbahan dasar gula merah, sementara canggoreng berarti kacang tanah yang disangrai atau digoreng.
Seiring berkembangnya kawasan wisata Malino sejak masa kolonial Belanda hingga setelah Indonesia merdeka, kudapan ini semakin dikenal oleh masyarakat luar daerah. Nama Tenteng Malino kemudian lebih melekat karena makanan tersebut identik sebagai buah tangan khas dari kawasan wisata pegunungan Malino
Selain memiliki cita rasa manis dan gurih, Tenteng Malino juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan sederhana menjadi produk bernilai ekonomi.
Kini, Tenteng Malino masih menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Gowa, khususnya kawasan Malino yang dikenal dengan keindahan alam dan potensi wisatanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....