Inovasi Kemasan dan Penyimpanan yang Tepat, Perkuat Daya Saing UMKM
- 02 Jul 2026 17:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Menjaga kualitas produk menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya untuk produk makanan yang diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet. Oleh karena itu, penerapan standar kebersihan dalam setiap tahapan produksi, pemilihan bahan baku berkualitas, serta penggunaan kemasan yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga cita rasa, keamanan pangan, dan daya simpan produk
Suriani, Owner Cravecrips dalam dialog Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Rabu, 1 Juli 2026, mengatakan kualitas produknya tetap terjaga melalui proses penyimpanan yang tepat , setelah kripik singkong selesai digoreng, langsung ditiriskan, kemudian disimpan dalam wadah khusus agar tetap renyah dan memiliki daya simpan yang baik.
"Setelah digoreng, keripik singkong langsung ditiriskan lalu disimpan di wadah khusus. Dengan cara itu kualitasnya tetap terjaga, mulai dari kerenyahan, cita rasa, hingga kebersihannya, sebelum memasuki proses pengemasan. Proses penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga daya tahan produk secara alami tanpa mengurangi mutu maupun menggunakan bahan pengawet buatan”, ujar Suryani.
Ia mengakui keripik singkong memiliki karakteristik yang mudah melempem apabila tidak disimpan dengan benar. Oleh karena itu, proses penyimpanan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas produk tanpa harus menggunakan bahan pengawet buatan.
Selain menjaga kualitas produk, Suryani juga telah melengkapi legalitas usahanya. Ia menyebut produk keripik singkong yang dipasarkan telah mengantongi sertifikat halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta izin usaha lainnya sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan usaha secara profesional.
Dari sisi kemasan, Suryani memilih perpaduan warna biru dan putih karena dinilai memberikan kesan cerah dan menarik perhatian konsumen. Sementara desain kemasan diperoleh melalui pendampingan dari program inkubator UMKM, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas merek yang mampu meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk keripik singkong yang dipasarkan.
"Desain kemasannya dibuat melalui inkubator UMKM. Saya tinggal menggunakan desain yang sudah dibuatkan, keberadaan inkubator UMKM sangat membantu saya dalam menjalankan usaha, khususnya menghasilkan kemasan yang lebih menarik, profesional, dan memiliki nilai jual lebih tinggi”, kata Suryani.
Untuk memenuhi kebutuhan kemasan, Suryani memesan dari luar Pulau Sulawesi. Dalam sekali pemesanan, ia membeli sekitar 1.000 lembar kemasan dengan harga sekitar Rp2.600 per lembar. Menurutnya, meskipun penyedia kemasan tersedia di daerah, harga yang ditawarkan masih lebih tinggi dibandingkan pemasok dari luar daerah.
Meski harus mendatangkan kemasan dari luar Pulau Sulawesi, Suryani menilai langkah tersebut lebih efisien dari sisi biaya sekaligus mampu meningkatkan daya saing produknya di pasar, investasi pada kemasan merupakan bagian penting dalam pengembangan usaha karena tidak hanya melindungi produk, tetapi juga meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....