UMKM Sirup Markisa Citra Gemilang Konsisten Jaga Kualitas Produk sejak 1997

  • 30 Jun 2026 21:11 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pelaku UMKM Sirup Markisa Citra Gemilang asal Malino, Kabupaten Gowa, terus mempertahankan kualitas produknya dengan menggunakan bahan baku alami tanpa pewarna maupun pemanis buatan sejak pertama kali dirintis pada 1997.

Owner Sirup Markisa Citra Gemilang, Vincentia Sri Palupi, mengatakan usaha tersebut lahir setelah melihat melimpahnya produksi buah markisa di Kecamatan Tombolo Pao dan Malino yang saat itu sebagian besar hanya dijual dalam bentuk buah segar.

Vincentia Sri Palupi selaku Owner Syrup Markisa Citra Gemilang saat berbicang di Program UMKM Bicara Pro 1 RRI Makassar (29/06/2026).

"Kami berpikir potensi markisa ini harus memiliki nilai tambah. Setelah mengikuti pelatihan dari dinas terkait, kami mulai mengolahnya menjadi sirup," ujarnya dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Makassar (29/06/2026).

Vincentia menjelaskan produknya dibuat hanya dari tiga bahan utama, yakni sari buah markisa asli, gula murni, dan air. Ia memastikan resep tersebut tidak pernah berubah selama hampir tiga dekade agar cita rasa tetap terjaga.

Menurutnya, menjaga kualitas menjadi kunci utama mempertahankan kepercayaan konsumen. Setiap proses produksi selalu diawasi langsung, termasuk memastikan takaran bahan baku tetap sesuai standar yang telah ditetapkan sejak awal usaha berdiri.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan pengawasan terhadap produk yang telah dipasarkan. Meskipun masa kedaluwarsa mencapai satu tahun, produk akan ditarik dari peredaran setelah sembilan bulan untuk menjaga kualitas rasa, aroma, dan warna.

Vincentia mengakui perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Pada awal merintis usaha, ia sempat mengalami kerugian akibat sistem konsinyasi hingga membuat produksi berhenti selama sekitar satu tahun.

Namun, berkat dukungan pemerintah daerah, sejumlah instansi, serta meningkatnya permintaan pelanggan, usaha tersebut kembali bangkit. Kini seluruh transaksi dengan mitra penjualan dilakukan secara tunai sebagai bentuk pembelajaran dari pengalaman sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....