Pemerintah Wujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih

  • 23 Jun 2026 21:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat terus didorong melalui penguatan koperasi di tingkat kelurahan, salah satunya melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Makassar. Konsep ini menekankan pada penguatan ekonomi berbasis gotong royong dan partisipasi warga. Andi Agusriadi, ST., MM - Tenaga Ahli Tata Kelola Kelembagaan Koperasi Inkubator Koperasi Dinas Koperasi,dan UKM Kota Makassar dalam dialog Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Senin, 22 Juni 2026.

Agus menjelaskan bahwa langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dimulai dari konsolidasi modal sosial dan finansial masyarakat, koperasi menerapkan sistem simpanan pokok dan simpanan wajib yang disepakati bersama agar tidak memberatkan warga, khususnya masyarakat prasejahtera. Selain itu, juga diterapkan prinsip satu rumah satu anggota koperasi sebagai bentuk pemerataan partisipasi dan kepemilikan bersama.

“Setiap rumah diharapkan memiliki satu anggota koperasi sebagai perwakilan untuk membangun rasa kepemilikan bersama, sehingga partisipasi masyarakat dapat semakin meningkat dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi di tingkat kelurahan, diharapkan koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas, kemandirian, serta kesejahteraan warga secara berkelanjutan”, ujarnya.

Agus menambahkan dari sisi pelayanan, Koperasi Kelurahan Merah Putih juga menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau. Berbagai bahan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga gas elpiji tersedia di gerai koperasi.

“Koperasi ini bekerja sama dengan Bulog dalam penyediaan stok sembako sehingga harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar. Namun demikian, ketersediaan stok masih menjadi tantangan yang terus dibenahi, terutama dalam menjaga kesinambungan distribusi barang di setiap gera”, terang Agus..

Lebih lanjut Agus menambahkan koperasi juga mulai mengembangkan unit simpan pinjam sebagai solusi pembiayaan produktif bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan memperkuat akses permodalan usaha kecil.

“Simpanan anggota menjadi modal usaha koperasi, dan di akhir tahun akan dibagikan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai partisipasi anggota, sehingga setiap anggota tidak hanya berperan sebagai pemilik, tetapi juga turut merasakan manfaat langsung dari hasil pengelolaan usaha koperasi yang dijalankan secara transparan dan berkeadilan. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan semangat kebersamaan, memperkuat partisipasi anggota, serta mendorong pertumbuhan koperasi yang berkelanjutan di masa mendatang. ” jelasnya.

Keanggotaan koperasi sendiri terbatas pada warga yang berdomisili sesuai KTP di kelurahan setempat. Hal ini bertujuan agar manfaat koperasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut. Tidak hanya itu, Koperasi Kelurahan Merah Putih juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya. Namun, setiap produk wajib memenuhi standar perizinan seperti izin usaha, sertifikat halal, dan BPOM.

Agus mengatakan Dalam mendukung tata kelola modern, koperasi juga mulai memanfaatkan sistem digital melalui aplikasi keuangan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha. Selain itu, pengelolaan simpanan anggota tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui kegiatan usaha koperasi yang disepakati bersama. Hasil usaha yang diperoleh kemudian dihitung secara adil berdasarkan kontribusi masing-masing anggota, baik melalui simpanan, transaksi, maupun partisipasi dalam kegiatan koperasi.

“Ke depan, koperasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi masyarakat yang tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga layanan kesehatan seperti apotek dan klinik, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak termasuk BPJS”, ucap Agus.

Menutup dialog, Agus menegaskan bahwa kemandirian ekonomi harus tumbuh dari masyarakat sendiri melalui semangat kebersamaan. “Perubahan ekonomi tidak akan datang dari luar, melainkan tumbuh dari dalam lingkungan kita sendiri. Melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih, mari kita menanam budi dan menggapai harapan menuju kesejahteraan bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....