Toko Kelontong Diharapkan Terus Berbenah Melaui Digitalisasi dan Pelayanan

  • 18 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pangkep aktif mengedukasi pedagang lokal untuk meniru aspek positif dari retail modern, mulai dari tata letak barang yang rapi hingga kenyamanan berbelanja. Demikian disampaikan Asykur Abubakar, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pangkep dalam perbincangan bersama RRI lewat Dialog Makassar Menyapa Pagi, Selasa, 16 Juni 2026.

"Kita harus berani berbenah dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat, seperti yang ada di Indomaret," ujar Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Pangkep.

Dikatakan, Digitalisasi menjadi poin utama dalam transformasi ini, di mana penggunaan QRIS telah diwajibkan bagi pedagang lokal guna mengikuti tren transaksi non-tunai di kalangan konsumen. "Kita wajibkan penggunaan QRIS, sehingga memudahkan di zaman era globalisasi modern ini karena tidak perlu lagi membawa uang cash yang rentan hilang atau tercecer," Kata Asykur Abubakar kepada RRI.

Meski menghadapi tantangan, banyak pemilik toko kelontong yang justru merasa termotivasi oleh keberadaan retail modern. Pihak dinas menekankan bahwa persaingan ini adalah momentum untuk meningkatkan kualitas layanan. Pedagang diharapkan bisa memaksimalkan ruang yang ada, termasuk mengatur tata letak parkir untuk memastikan konsumen merasa aman dan nyaman saat berbelanja.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pangkep menambahkan akan pentingnya akses informasi distributor barang. Pedagang kelontong diharapkan tidak segan mempelajari alur rantai pasok retail modern agar bisa mendapatkan harga beli barang yang lebih efisien dan dapat bersaing dengan harga ritel modern.

Lebih lanjut Asyukur Abubakar mengatakan bahwa Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pangkep membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki toko kelontong begitu atau warung tradisional untuk mengembangkan diri melalui edukasi, pembinaan.

“Intinya dari dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pangkep membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki toko kelontong begitu atau warung tradisional untuk mengembangkan diri ya, Kita ada edukasi, ada pembinaan, ada pemantauan, terus sekarang kan semakin berkembang UMKN kami, rata-rata UMKM kami yang termasuk juga di dalamnya ada toko kelontong itu tetap masuk dalam siklus pembinaan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangkep,” ungkap Asyukur Abubakar dalam perbincangan bersama RRI.

Kepala dinas Koperasi UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangkep berharap bahwa dengan adanya retail-retail modern, toko kelontong tidak berkecil tetapi terus bisa termotivasi agar dapat bersaing dengan keberadaan retil-retil modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....