Bahaya Kosmetik Mengandung Merkuri dan Dampaknya bagi Kesehatan Kulit
- 13 Jun 2026 15:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Keinginan untuk memiliki kulit putih secara instan sering kali menjadi alasan utama seseorang menggunakan produk kecantikan yang ternyata mengandung merkuri. Namun, di balik hasil yang tampak cepat, terdapat risiko kesehatan yang dapat berdampak serius dalam jangka panjang.
Reni Ardianti Putri - Founder PT Kasyara Sula Maju Industri Kosmetik Golongan A dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Jumat, 12 Juni 2026, membagikan pengalaman pribadinya mengenai awal mula mengenal dan mulai berjualan daring sejak tahun 2012 serta memakai produk kosmetik tersebut tanpa mengetahui kandungan dari produk itu, berselang beberapa waktu muncul gejala serius yang diduga akibat penggunaan produk mengandung merkuri pada tahun 2021.
“Dulu saya menjual berbagai macam kosmetik tahun 2012. Produk yang sedang booming saat itu ternyata banyak yang mengandung merkuri saya pun ikut memakainya. Karena produk tersebut laris dan banyak dicari pembeli. Saat itu, saya belum memahami secara mendalam bahaya kandungan merkuri bagi kesehatan maupun cara membedakan produk yang aman dan yang berbahaya”, ujarnya.
Reni menambahkan sebagai penjual, ia merasa tidak percaya diri ketika bertemu langsung dengan pelanggan. Komentar yang sering diterimanya saat melakukan transaksi tatap muka membuatnya terdorong untuk mencoba produk tersebut. Ia berharap produk tersebut dapat membantunya memperoleh kulit yang lebih cerah dalam waktu singkat sehingga dapat meningkatkan rasa percaya dirinya saat berinteraksi dengan orang lain.
“Setiap kali pelanggan COD, kebetulan saya yang mengantar sendiri barang kosmetik tersebut dan ada saja pelanggan yang berkomentar, ‘kok penjualnya tidak putih?’ Akhirnya saya tertarik mencoba karena banyak testimoni yang mengatakan hasilnya cepat, Komentar-komentar tersebut membuat saya merasa kurang percaya diri, diitambah lagi, banyaknya testimoni di media sosial yang menyebutkan bahwa produk tersebut mampu memberikan hasil yang cepat membuat saya semakin tertarik untuk mencobanya”, katanya.
Menurutnya, motivasi utama menggunakan produk tersebut bukan karena memahami kandungannya, melainkan karena keinginan untuk mendapatkan kulit yang lebih putih dalam waktu singkat. Merkuri sendiri merupakan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam produk kosmetik ilegal, zat ini sering digunakan karena mampu memberikan efek kulit tampak lebih cerah dengan cepat. Namun, penggunaan jangka panjang dapat merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier) dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Reni mengaku mulai merasakan dampak serius setelah bertahun-tahun menggunakan produk tersebut. Awalnya ia tidak menyadari bahwa gangguan yang dialaminya berkaitan dengan paparan merkuri. “Gejala pertama yang saya alami adalah munculnya luka bernanah seperti bisul. Awalnya saya mengira itu hanya bisulan biasa, tetapi lama-kelamaan tidak kunjung sembuh dan terus muncul di berbagai bagian tubuh,” ungkapnya.
Kondisi tersebut semakin parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, ia mengaku pernah mengalami kesulitan berjalan akibat luka yang muncul pada tubuhnya. Awalnya, ia tidak menyadari bahwa keluhan yang dialaminya berkaitan dengan penggunaan produk kosmetik yang dipakainya. Namun seiring berjalannya waktu, gejala yang muncul semakin memburuk, mulai dari iritasi, rasa perih, hingga luka pada beberapa bagian kulit tangan, kaki, dan wajahnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji hasil instan tanpa memastikan keamanan dan legalitas produk yang digunakan. Menurutnya, kesehatan kulit harus menjadi prioritas utama karena dampak penggunaan produk yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dapat berlangsung dalam jangka panjang dan membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit untuk pemulihannya. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya menggunakan produk kosmetik yang telah terdaftar dan memiliki izin edar resmi demi menghindari risiko kesehatan yang serupa”, tutup Reni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....