Laundry di Makassar Bertransformasi dengan Teknologi Self Service

  • 13 Mei 2026 23:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR - Bisnis laundry di Kota Makassar terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Tidak hanya sekadar mencuci pakaian kiloan, kini para pelaku UMKM mulai merambah ke layanan khusus seperti pembersihan sepatu, tas, helm, hingga penerapan teknologi laundry coin atau self service yang beroperasi 24 jam.

Ketua Asosiasi Laundry Indonesia DPD Sulsel, Amranuddin Yasin, menyebutkan bahwa diversifikasi layanan menjadi strategi jitu untuk meningkatkan margin keuntungan. Layanan satuan (dry cleaning) memiliki nilai jasa yang lebih tinggi karena memerlukan penanganan khusus dan alat yang berbeda dibandingkan dengan laundry kiloan biasa.

Selain keberagaman layanan, pemanfaatan media sosial dan aplikasi kasir digital kini menjadi kewajiban bagi pemilik laundry. Penggunaan nota digital melalui WhatsApp dinilai lebih efisien dan aman untuk mencegah terjadinya kehilangan pakaian atau kesalahan pengambilan oleh pelanggan, sekaligus menekan biaya operasional pembelian kertas nota.

Amran menekankan bahwa tantangan terbesar dalam bisnis ini selama 16 tahun terakhir adalah manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk menjaga produktivitas karyawan tanpa membebani kas perusahaan, ia menyarankan penerapan sistem gaji yang dikombinasikan dengan komisi berdasarkan tahapan kerja seperti menyetrika dan melipat.

"Kebutuhan market laundry ke depannya tidak akan habis, bahkan cenderung bertumbuh seiring perubahan gaya hidup. UMKM tidak harus jadi yang paling besar, tapi harus selalu adaptif dan kuncinya adalah pada strategi yang tepat dalam melihat peluang kompetisi," pesan Amran kepada para pelaku usaha laundry pemula.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....